DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOMUNIKASI, DAN KOLABORASI PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMANTIK PADA MURID KELAS III SDN BENUA ANYAR 8
PENGARANG:RUSPITA DEWI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-06


Dewi, Ruspita, 2026. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Komunikasi, dan Kolaborasi Pada Mata Pelajaran Matematika Menggunakan Model Pemantik Pada Murid Kelas III SDN Benua Anyar 8. Skripsi Program S1 Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Dosen Pembimbing Dr. Celia Cinantya S. Kom., M. Pd

Kata Kunci: Berpikir Kritis, Komunikasi, Kolaborasi, Matematika

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi murid kelas III SDN Benua Anyar 8 Banjarmasin pada pembelajaran matematika. Permasalahan tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga keterlibatan murid dalam proses pembelajaran belum optimal. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penerapan model PEMANTIK, yaitu kombinasi dari model Problem Based Learning (PBL), Make A Match, dan Talking Stick. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas murid serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi murid.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jenis penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan. Subjek penelitian adalah murid kelas III SDN Benua Anyar 8 Banjarmasin tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 25 murid. Data penelitian dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas guru, aktivitas murid, serta keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif, kemudian disajikan dalam bentuk deskripsi, tabel, dan grafik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai kriteria Sangat Baik dengan skor maksimal 32 pada setiap pertemuan. Aktivitas murid meningkat hingga mencapai 96% pada pertemuan ketiga. Keterampilan berpikir kritis mencapai 88%, keterampilan komunikasi mencapai 76%, dan keterampilan kolaborasi mencapai 80% pada akhir tindakan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PEMANTIK berhasil meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, serta keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi murid pada pembelajaran matematika. Aktivitas guru terlaksana dengan kriteria Sangat Baik, aktivitas murid meningkat dengan kriteria Hampir Seluruh Murid Sangat Aktif, keterampilan berpikir kritis meningkat dengan kriteria Hampir Seluruh Murid Sangat Kritis, keterampilan komunikasi meningkat dengan kriteria Hampir Seluruh Murid Sangat Aktif, dan keterampilan kolaborasi meningkat dengan kriteria Hampir Seluruh Murid Sangat Kolaboratif.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI