DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOLABORASI, DAN PEMECAHAN MASALAH PADA MUATAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PESAT DI KELAS IV SDN KUIN CERUCUK 4 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | GUSTI AYU AZZAH RADHWA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-06 |
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah siswa yang berdampak pada rendahnya hasil belajar matematika. Permasalahan tersebut disebabkan karena proses pembelajaran masih berpusat pada guru, kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan memecahkan masalah secara aktif, serta belum menerapkan model pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menerapkan model PESAT (PBL, STAD, Make a Match). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas guru serta meningkatkan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan PTK yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian, yaitu siswa kelas IV SDN Kuin Cerucuk 4 Banjarmasin yang berjumlah 17 orang pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Analisis data yang disajikan yaitu berupa deskripsi, tabel, dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 sampai pertemuan 4 memperoleh kriteria “sangat baik”. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 sampai pertemuan 4 meningkat dari kriteria “cukup aktif” menjadi “sangat aktif”. Keterampilan berpikir kritis pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria “cukup terampil” menjadi “sangat terampil” kolaborasi siswa meningkat dari kriteria “cukup terampi” menjadi “sangat terampi”. Pemecahan Masalah pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria “cukup terampil” menjadi “sangat terampil”. Sehingga hal ini berdampak pada hasil belajar siswa pertemuan 1 sampai 4 terjadi peningkatan secara klasikal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model PESAT dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, pemecahan masalah, serta hasil belajar siswa. Disarankan penggunaan model tersebut sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, pemecahan masalah yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI