DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Meningkatkan Keterampilan Membaca, Berpikir Kritis, Dan Kerja Sama Siswa Kelas III Pada Pendidikan Pancasila Melalui Model Pembelajaran PANTING Di SDN Keraton 2
PENGARANG:MUHAMMAD HASBI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-06


Hasbi, Muhammad. (2026). Meningkatkan Keterampilan Membaca, Berpikir Kritis, dan Kerja Sama Murid Kelas III pada Pendidikan Pancasila Menggunakan Model PANTING di SDN Keraton 2 Martapura. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Dosen Pembimbing: Dr. Yogi Prihandoko, S.Pd., M.Pd.

 

Kata Kunci: Keterampilan Membaca, Berpikir Kritis, Kerja Sama, Model PANTING.

 

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan membaca, berpikir kritis, dan kerja sama murid pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. Hal tersebut disebabkan oleh kurang optimalnya keterlibatan murid dalam proses pembelajaran, penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi, serta pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga keterampilan membaca, berpikir kritis, dan kerja sama murid belum berkembang secara maksimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diterapkan model PANTING yang merupakan kombinasi Problem Based Learning (PBL), Think Pair Share (TPS), dan Role Playing (RP). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas murid, serta menganalisis peningkatan keterampilan membaca, berpikir kritis, kerja sama, dan hasil belajar murid.

 

Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah murid kelas III SDN Keraton 2 Martapura yang berjumlah 16 orang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan membaca, keterampilan berpikir kritis, dan keterampilan kerja sama. Data kuantitatif diperoleh dari hasil belajar murid pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mengalami peningkatan dari 56% pada pertemuan pertama menjadi 94% pada pertemuan keempat. Aktivitas murid meningkat dari 25% menjadi 81%. Keterampilan membaca meningkat dari 19% menjadi 88%, keterampilan berpikir kritis meningkat dari 13% menjadi 81%, dan keterampilan kerja sama meningkat dari 13% menjadi 88%. Peningkatan tersebut berdampak pada hasil belajar murid, yaitu ranah kognitif mencapai ketuntasan klasikal sebesar 81%, ranah afektif 88%, dan ranah psikomotorik 81% pada pertemuan keempat.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model PANTING mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan membaca, berpikir kritis, kerja sama, dan hasil belajar murid pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas III SDN Keraton 2 Martapura.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI