DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN KREATIVITAS DAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS DALAM MENIRU BENTUK MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA CLAY PADA ANAK KELOMPOK B2 TK SYABILAL RASYAD
PENGARANG:SALSABELA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-06


Salsabela. 2026. Mengembangkan Kreativitas Dan Keterampilan Motorik Halus Dalam Meniru Bentuk Menggunakan Model Project Based Learning, Metode Demonstrasi Dan Media Clay Pada Anak Kelompok B2 TK Syabilal Rasyad. Skripsi Program S1 Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Tika Puspita Widya Rini, M.Pd

 

Kata Kunci : Kreativitas, Motorik Halus, Project Based Learning, Demonstrasi, Media Clay.

 

Permasalahan dalam penelitian ini adalah  rendahnya kreativitas anak dalam pembelajaran dan keterampilan motorik halus anak. Hal ini disebabkan karena kurangnya kegiatan meniru bentuk, kurangnya kegiatan yang melatih motorik halus dan krativitas, model dan media pembelajaran kurang inovatif dan menarik, serta pembelajaran yang monoton dan berpusat pada guru mengakibatkan pembelajaran kurang menarik dan tidak efektif. Solusi yang diberikan yaitu dengan menggunakan model Project Based Learning, metode demonstrasi dan media Clay melalui kegiatan meniru bentuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis peningkatan aktivitas anak, kreativitas anak, serta hasil aspek motorik halus anak dalam meniru bentuk.

 

Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Setting penelitian ini dilakukan pada anak kelompok B2 TK Syabilal Rasyad dengan jumlah sebanyak 18 anak. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif dijabarkan dengan tabel dan grafik. Indikator keberhasilan aktivitas guru dikatakan berhasil apabila memperoleh skor ≥ 27 dengan kategori “Sangat Baik”. Aktivitas anak dikatakan berhasil apabila secara klasikal dengan persentase ≥ 81% “Hampir Seluruh Anak Aktif”. Kreativitas anak dikatakan berhasil apabila secara klasikal dengan persentase ≥ 81% “Hampir Seluruh Anak Kreatif”. Dan hasil perkembangan motorik halus anak dikatakan berhasil apabila secara klasikal dengan persentase ≥ 81% “Berkembang Sesuai Harapan” serta secara individu memperoleh rentang skor ≥ 10 berkategori BSB.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertemuan IV aktivitas guru telah melaksanakan langkah-langkah model pembelajaran dengan skor 32 kategori “Sangat Baik”. Aktivitas anak telah mencapai indkator keberhasilan pada pertemuan IV dengan persentase 94% kategori “Hampir Seluruh Anak Aktif”. Kreativitas anak telah mencapai indikator keberhasilan pada pertemuan IV dengan persentase 94% kategori “Hampir Seluruh Anak Kreatif” dan motorik halus anak telah mencapai indikator keberhasilan pada pertemuan IV dengan persentase 94% anak berhasil mendapat kategori BSB.

 

Dapat disimpulkan bahwa melalui Model Project Based Learning, Metode Demonstrasi dan Media Clay dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak, kreativitas anak dan motorik halus anak dalam meniru bentuk. Melalui penelitian ini disarankan penggunaan model tersebut dapat sebagai salah satu alternatif dalam kepentingan pendidikan anak usia dini khususnya untuk kreativitas anak dan pengembangan aspek motorik halus anak dalam meniru bentuk.

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI