DIGITAL LIBRARY



JUDUL:BENTUK DAN STRUKTUR MUSIKAL GAMALAN BANJAR DALAM PERTUNJUKAN TARIAN KUDA GIPANG DI SANGGAR PATMARAGA KABUPATEN BALANGAN, KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:MUHAMMAD ZAREN ABDILLAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-06


Abdillah, Muhammad Zaren. 2026. Bentuk dan Struktur Musikal Gamalan Banjar dalam pertunjukan Tarian Kuda Gipang di Sanggar Patmaraga Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing : (I) Dr. Sumasno Hadi, S.Pd., M.Phil. (II) Dr. EdlinYanuar Nugraheni, S.Sn,. M.Sn

Kata Kunci : Bentuk Musik, Struktur Musikal, Gamalan Banjar, Kuda Gipang, Sanggar Patmaraga

 

PenelitianiniberangkatdarikeberadaanGamalanBanjarsebagaimusiktradisionalyangmasih digunakan dalam pertunjukan Kuda Gipang di Sanggar Patmaraga Kabupaten Balangan. Dalam pertunjukan tersebut, Gamalan Banjar memiliki bentuk dan struktur musikal yang dibangun melalui susunan lagu, pola ritme, tempo, dinamika, pengulangan musikal, serta hubungan antar instrumen dalam mendukung jalannya pertunjukan. Penelitian mengenai bentuk dan struktur musikal Gamalan Banjar pada pertunjukan Kuda Gipang masih terbatas, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bentuk musik dan struktur musikal GamalanBanjardalampertunjukanKudaGipangdiSanggarPatmaragaKabupatenBalangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnomusikologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara,dokumentasi,danstudipustaka.Wawancaradilakukankepada pengelolasanggar dan pemain Gamalan Banjar di Sanggar Patmaraga Kabupaten Balangan. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk musik dalam pertunjukan Kuda Gipang terdiri atas bagian pembuka, inti, dan penutup. Sebelum pertunjukan dimulai, piduduk disiapkan sebagai bagian dari proses kudang atau mengundang buhan alam sebelah. Bagian pembuka musik diawali denganlaguLasam10sertaAyakan1,Ayakan2,danAyakan3yangberfungsisebagaibagian awal pertunjukan. Bagian inti terdiri atas lagu Paparangan Ancap, Cancangan, dan Gatilan. Lagu Paparangan Ancap digunakan untuk menurunkan prajurit atau penari Kuda Gipang, Cancangan digunakan untuk mengiringi gerakan baigal atau berjoget, sedangkan Gatilan diiringisindenataumanambangsebagaibagianpenyampaiancerita.Padabagianpenutup,lagu Paparangan Ancap kembali dimainkan untuk memulangkan prajurit atau penari, kemudian ditutup dengan pukulan Tundung yang berfungsi sebagai penutup pertunjukan sekaligus manyampir atau memulangkan buhan alam sebelah ke tempatnya. Struktur musikal Gamalan Banjar dalam pertunjukan Kuda Gipang terlihat melalui pola ritme, tempo, dinamika, pengulangan musikal, serta hubungan antar instrumen. Instrumen yang digunakan terdiri atas SarunPaking,SarunKadiu,Babun,Kanung4,Kanung5,Dau10,Agung,danKangsi.Tempo permainanmusikmengalamiperubahansesuaikebutuhanpertunjukan,dimulaidengantempo lambat pada bagian pembuka, meningkat pada bagian inti, dan kembali menurun pada bagian penutup.Dinamikapermainanmusikjugaberubahmengikutisuasanapertunjukandangerakan penari. Selain itu, pengulangan lagu PaparanganAncap menunjukkan adanya hubungan antar bagian dalam bentuk musik pertunjukan Kuda Gipang. Kesimpulannya, bentuk dan struktur musikal Gamalan Banjar dalam pertunjukan Kuda Gipang di Sanggar Patmaraga Kabupaten Balangan terbentuk melalui susunan lagu, fungsi musikal setiap lagu, pola ritme, perubahan tempo dan dinamika, pengulangan musikal, serta hubungan antarinstrumen yang mendukung jalannya pertunjukan dari awal hingga akhir.

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI