DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH, KERJA SAMA, DAN KOMUNIKASI SISWA MENGGUNAKAN MODEL PARAS PADA MUATAN IPAS KELAS IV SDN BENUA ANYAR 3 BANJARMASIN
PENGARANG:MAHFUZAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-06


Mahfuzah (2026).Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah, Kerja Sama, dan Komunikasi Siswa Menggunakan Model PARAS Pada Muatan IPAS Kelas IV SDN Benua Anyar 3 Banjarmasin.Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Fathul Jannah, M.Pd

Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Kerja Sama, Komunikasi, Model PARAS

            Pembelajaran IPAS di kelas IV SDN Benua Anyar 3 Banjarmasin menunjukkan rendahnya keterampilan pemecahan masalah, kerja sama, dan komunikasi murid. Murid masih mengalami kesulitan memahami permasalahan, kurang aktif dalam diskusi kelompok, serta belum percaya diri menyampaikan pendapat. Sebagai solusi diterapkan model PARAS yang merupakan kombinasi Problem Based Learning (PBL), Scramble, dan Course Review Horay (CRH). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas murid, serta menganalisis peningkatan keterampilan pemecahan masalah, kerja sama, dan komunikasi murid.

            Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan di kelas IV SDN Benua Anyar 3 Banjarmasin pada semester II tahun ajaran 2025/2026 dengan jumlah murid sebanyak 12 orang. Sumber data penelitian adalah guru dan murid. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta analisis deskriptif persentase.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari skor 28 pada pertemuan pertama menjadi skor 32 pada pertemuan keempat dengan kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas murid meningkat dari 16% menjadi 83% pada pertemuan keempat dengan kategori “Hampir Seluruhnya Aktif”. Keterampilan pemecahan masalah meningkat dari 25% menjadi 92%, keterampilan kerja sama meningkat dari 17% menjadi 92%, dan keterampilan komunikasi meningkat dari 8% menjadi 92% pada pertemuan keempat.

            Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model PARAS efektif meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan pemecahan masalah, kerja sama, dan komunikasi murid. Model PARAS dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran pada muatan IPAS. Guru disarankan menerapkan model PARAS untuk menciptakan pembelajaran yang aktif dan bermakna.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI