DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KERJA SAMA, BERPIKIR KRITIS DAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI MODEL PENTAS DI SDN SUNGAI MIAI 11
PENGARANG:HIKMAH SAFIRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-06


 

Safira, Hikmah. (2026). Meningkatkan Kerja Sama, Berpikir Kritis Dan Minat Belajar Siswa Kelas IV Pendidikan Pancasila Melalui Model Pentas Di SDN Sungai Miai 11 . Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Kependidikan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Dr. Yogi Prihandoko, M.Pd.

Kata Kunci: Kerja Sama, Berpikir kritis, Minat Belajar, Model PENTAS

 

Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya keterampilan kerjasama, berpikir kritis, dan minat belajar siswa kelas IV SDN Sungai Miai 11 pada muatan Pendidikan Pancasila. Masalah disebabkan pembelajaran satu arah (ceramah), diskusi tidak produktif didominasi siswa tertentu, serta kurangnya stimulus masalah nyata sehingga siswa pasif, kurang perhatian, dan kesulitan berpendapat. Solusi yang diterapkan adalah model PENTAS (Problem Based Learning, Numbered Head Together, dan Talking Stick). Penelitian bertujuan menganalisis peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan kerjasama, berpikir kritis, minat belajar, dan hasil belajar siswa.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terhadap 20 siswa kelas IV. Data diperoleh dari guru dan siswa melalui observasi dan tes. Instrumen meliputi lembar observasi aktivitas guru, siswa, lembar keterampilan kerjasama, berpikir kritis, minat belajar, dan soal evaluasi individu. Analisis data deskriptif membandingkan hasil tiap pertemuan terhadap indikator keberhasilan klasikal 80%.

Hasil menunjukkan model PENTAS meningkatkan seluruh aspek. Aktivitas guru mencapai skor maksimal 40 (sangat baik). Aktivitas siswa meningkat signifikan hingga ketuntasan klasikal 95% (sangat aktif). Keterampilan kerjasama naik menjadi 90% (sangat terampil) melalui pembagian peran adil sintaks NHT. Keterampilan berpikir kritis mencapai ketuntasan klasikal 90% (sangat terampil), ditandai kemampuan memecahkan masalah secara mandiri. Minat belajar melonjak mencapai 95% (sangat tinggi) didukung permainan Talking Stick yang menyenangkan. Dampaknya, ketuntasan klasikal hasil belajar individu mencapai kognitif 95%, afektif 90%, dan psikomotorik 90%.

Beradasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan model PENTAS efektif meningkatkan keterampilan kerjasama, berpikir kritis, minat belajar, dan hasil belajar siswa. Disarankan guru menerapkan model ini secara berkelanjutan, kepala sekolah mendukung media inovatif, dan peneliti lain mengembangkan instrumen secara lebih detail

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI