DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOMUNIKASI, DAN KERJASAMA MENGGUNAKAN MODEL PROSES PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MURID KELAS V DI SDN PENGAMBANGAN 10 BANJARMASIN
PENGARANG:NISA ANANDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-06


Ananda, Nisa, (2026). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Komunikasi Dan Kerjasama menggunakan model PROSES pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila murid kelas V di SDN Pengambangan 10 Banjarmasin. Skripsi Jurusan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat.

     Pembimbing : Dr. Celia Cinantya, S.Kom., M.Pd.

Kata Kunci : Berpikir Kritis, Komunikasi, Kerjasama, Model PROSES

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan hasil belajar murid pada muatan Pendidikan Pancasila. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode ceramah satu arah, kurangnya fokus murid, minimnya pencarian informasi tambahan, penerapan kerja kelompok yang rendah, serta suasana belajar yang kurang menarik dan kurang bervariasi. Solusi yang ditawarkan adalah penerapan model PROSES, yang merupakan kombinasi dari Problem Based Learning, Think Pair Share, dan Numbered Heads Together. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas murid, dan menganalisis keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerjasama murid melalui penerapan model PROSES.

Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), berlangsung selama 3 kali pertemuan menggunakan tahapan PTK yang mencakup perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini murid kelas V SDN Pengambangan 10 Banjarmasin yang berjumlah 10 orangpada semester II tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan memperbaiki proses pembelajaran di kelas, terutama dalam aktivitas guru, meningkatkan aktivitasmurid, kemampuan berpikir kritis, Komunikasi dan Kerjasama melalui penerapan model pembelajaran PROSES.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 memperoleh kriteria “Sangat Baik” dengan skor 26 meningkat pada pertemuan 3 dengan kriteria “Sangat Baik” dengan skor 32. Aktivitas murid pada pertemuan 1 memperoleh kriteria “Sebagian Kecil Murid Sangat Aktif” dengan persentase 40% meningkat pada pertemuan 3 dengan kriteria “Seluruh Murid Sangat Aktif” dengan persentase 100%. Keterampilan berpikir kritis pada pertemuan 1 memperoleh kriteria “Sebagian Kecil Murid Sangat Terampil” dengan persentase 30% meningkat pada pertemuan 3 dengan kriteria “Sebagian Murid Sangat Terampil” dengan persentase 80%. Keterampilan Komunikasi pada pertemuan 1 memperoleh kriteria “Sebagian Kecil Murid Sangat Terampil” dengan persentase 40% meningkat pada pertemuan 3 dengan kriteria “Hampir Seluruh Murid Sangat Terampil” dengan persentase 90%. Keterampilan Kerjasama pada pertemuan 1 memperoleh kriteria “Sebagian Kecil Murid Sangat Terampil” dengan persentase 40% meningkat pada pertemuan 3 dengan kriteria “Hampir Seluruh Murid Sangat Terampil” dengan persentase 90%. Hal ini berdampak positif pada peningkatan hasil belajar murid dari pertemuan 1 hingga pertemuan 3 meningkat dari 50% menjadi 100%.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PROSES dapat mengoptimalkan aktivitas guru, meningkatkan aktivitas murid,keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kerjasama murid. Penelitian ini disarankan untuk bagi guru, kepala sekolah dan peneliti selanjutnya sebagai alternatif penggunaan model pembelajaran inovatif untuk Meningkatkan kualitas Pendidikan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI