DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOMUNIKASI, DAN KARAKTER WASAKA MUATAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL PETA MURID KELAS V SDN PELAMBUAN 2 | |
| PENGARANG | : | NURHALIZA OKTAVIANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-06 |
Oktaviana, Nurhaliza. (2026). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis,
Komunikasi, dan Karakter WASAKA Muatan IPAS Menggunakan Model
PETA Murid Kelas V SDN Pelambuan 2. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru
Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas
Lambung Mangkurat.
Pembimbing: Dr. Muhsinah Annisa, S.Si., M.Pd.
Kata Kunci: Berpikir Kritis, Komunikasi, Karakter WASAKA, Model PETA
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir
kritis, keterampilan komunikasi, karakter WASAKA (tanggung jawab), dan hasil
belajar murid pada muatan IPAS kelas V SDN Pelambuan 2 Banjarmasin. Kondisi
tersebut dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah
sehingga murid kurang aktif, kurang berani menyampaikan pendapat, belum
terbiasa berpikir tingkat tinggi, dan belum menunjukkan tanggung jawab yang
optimal dalam menyelesaikan tugas. Solusi yang diterapkan adalah model PETA.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas murid
serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, keterampilan
komunikasi, dan karakter WASAKA (tanggung jawab) murid pada muatan IPAS.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Penelitian
dilakukan di kelas V SDN Pelambuan 2 Banjarmasin dengan subjek sebanyak 14
murid yang terdiri atas 6 laki-laki dan 8 perempuan. Data diperoleh dari guru dan
murid melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi
lembar observasi aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan komunikasi, karakter
WASAKA (tanggung jawab), serta tes keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar.
Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan ketuntasan
individual dan klasikal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari kategori
baik menjadi sangat baik. Aktivitas murid meningkat hingga mencapai persentase
klasikal 92,85% dengan kategori hampir seluruh murid sangat aktif. Keterampilan
berpikir kritis meningkat hingga mencapai persentase klasikal 92,85%.
Keterampilan komunikasi meningkat hingga mencapai persentase klasikal 92,85%
dengan kategori sangat terampil. Karakter WASAKA (tanggung jawab) meningkat
hingga kategori sudah membudaya dengan persentase klasikal 92,85%.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model
PETA mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir
kritis, keterampilan komunikasi, karakter WASAKA (tanggung jawab),pada
muatan IPAS kelas V SDN Pelambuan 2 Banjarmasin. Model PETA dapat dijadikan
sebagai alternatif pembelajaran inovatif untuk menciptakan pembelajaran yang
aktif, bermakna, menyenangkan, dan berpusat pada murid.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI