DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Strategi Personal Branding Hj. Ananda Melalui Media Sosial Instagram dan TikTok | |
| PENGARANG | : | ALDA PRISTA SYABILA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-06 |
ABSTRAK
Alda Prista Syabila, 2210414220052, 2026, Strategi Personal Branding Hj. Ananda Melalui Media Sosial Instagram dan TikTok. Di bawah bimbingan Muhammad Nizar Hidayat.
Aktor politik gencar aktif menggunakan media sosial karena telah terjadi pergeseran komunikasi. Penggunaan media sosial Instagram dan TikTok dimanfaatkan oleh pelaku politik untuk menjangkau seluruh golongan masyarakat terutama golongan muda. Hj. Ananda merupakan wakil pemimpin, sosok politisi perempuan serta publik figur dari Banjarmasin yang aktif memanfaatkan media sosial Instagram dan TikTok.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Personal Branding Hj. Ananda melalui media sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi pada postingan media sosial Instagram dan TikTok @hj.ananda, kemudian wawancara bersama informan kunci serta dilanjutkan dengan wawancara bersama informan pendukung. Penelitian ini dianalisis dengan 8 konsep utama personal branding oleh Peter Montoya (2002) dan teori pengelolaan kesan.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu, terdapat pemenuhan pada konsep kepribadian, perbedaan, visibilitas, kesatuan, dan nama baik. Secara nyata, Hj. Ananda di media sosial terlihat apa adanya dan dinilai tanggap menyelesaikan masalah melalui aksi yang diunggah di media sosial. Dibandingkan temuan tahun 2022, strategi personal branding Hj. Ananda sekarang lebih berbeda karena berani mengikuti tren golongan muda yang dipadukan dengan keunikan penggunaan bahasa Banjar pada caption serta terdapat keunikan simbol “Pink Ranger” sebagai identitas politisi perempuan, serta konsistensi membangun media sosial mulai dari tahun 2017 hingga saat ini. Namun, masih terdapat catatan kritis mengenai konsep Spesialisasi yang masih berisiko karena cukup overexposure, kemudian konsep Kepemimpinan yang berisiko hilang karena gaya bahasa dan postingan yang diunggah tidak dipilah sebaik mungkin dan konsep Keteguhan yang tidak nampak dalam seluruh proses penyelesaian masalah karena hanya hadir pada progres awal saja.
Kata kunci: Personal Branding, Media Sosial, Hj. Ananda.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI