DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Tingkat Total Suspended Solid (TSS) Berbasis Penginderaan Jauh di Sebagian Sungai Martapura, Kota Banjarmasin Tahun 2024 dan 2025
PENGARANG:MUHAMMAD FAKHRUZ ZAINI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-06


Perubahan aktivitas penggunaan lahan di sepanjang Sungai Martapura pada periode 2024–2025 diduga memengaruhi kondisi kualitas air, khususnya konsentrasi Total Suspended Solids (TSS). Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan perubahan TSS secara berkala sebagai dasar evaluasi kualitas perairan dan pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan nilai TSS pada bulan Juni 2024 dan Juni 2025 menggunakan citra Sentinel-2, menganalisis perbedaan TSS berdasarkan penggunaan lahan, serta mengetahui tingkat akurasi hasil estimasi TSS terhadap data hasil uji laboratorium.

Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Pengolahan citra dilakukan menggunakan transformasi Normalized Difference Water Index (NDWI) untuk mengekstraksi badan air dan algoritma LIU untuk mengestimasi konsentrasi TSS. Data hasil estimasi kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran laboratorium menggunakan parameter Root Mean Square Error (RMSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai TSS tahun 2024 berada pada rentang 17,90–35,38 mg/L, sedangkan pada tahun 2025 berkisar antara 20,30–28,56 mg/L. Tiga lokasi pengamatan, yaitu lahan pertanian, wilayah industri, dan muara Sungai Martapura mengalami penurunan nilai TSS, sedangkan kawasan permukiman dan cabang sungai mengalami peningkatan. Peningkatan terbesar terjadi pada kawasan permukiman sebesar 10,66 mg/L, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada muara sungai sebesar 15,08 mg/L. Analisis penggunaan lahan menunjukkan bahwa aktivitas antropogenik berpengaruh terhadap distribusi spasial TSS di sepanjang Sungai Martapura. Hasil uji akurasi menunjukkan nilai RMSE sebesar 37,65 mg/L pada tahun 2024 dan 39,64 mg/L pada tahun 2025, dengan nilai MAPE masing-masing sebesar 50,85% dan 53,61%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa algoritma LIU pada citra Sentinel-2 masih memiliki tingkat akurasi yang rendah dalam mengestimasi konsentrasi TSS di wilayah penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa citra Sentinel-2 dapat dimanfaatkan untuk menggambarkan pola sebaran dan perubahan spasial TSS, namun diperlukan pengembangan model estimasi yang lebih sesuai dengan karakteristik optik perairan Sungai Martapura agar menghasilkan tingkat akurasi yang lebih baik.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI