DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH, BERPIKIR KRITIS, DAN KETERAMPILAN SOSIAL MENGGUNAKAN MODEL PBL, CTL, DAN NHT PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SDN KUIN CERUCUK 1 BANJARMASIN
PENGARANG:ANNISA RAMADHANIE
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-07


Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya keterampilan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan keterampilan sosial murid kelas IV pada pembelajaran IPAS. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih berfokus pada buku teks dan berpusat pada guru, kurang meratanya partisipasi murid sehingga diskusi kurang terstruktur, dan kurangnya penerapan model pembelajaran yang inovatif dan variatif sesuai kebuutuhan belajar murid. Jika hal ini tidak diatasi akan berdampak pada hasil belajar yang rendah. Upaya mengatasinya dengan menggunakan model PBL, CTL, dan NHT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas murid, serta menganalisis peningkatan keterampilan pemecahan masalah, berpikir kritis, keterampilan sosial, serta hasil belajar murid.

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 pertemuan. Subjek penelitian yaitu murid kelas IV SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin yang berjumlah 18 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan pemecahan masalah, keterampilan berpikir kritis, keterampilan sosial, serta tes tertulis untuk mengukur hasil belajar secara kelompok dan individu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 memperoleh skor 26 dengan kriterian “baik” dan meningkat pada pertemuan 3 menjadi skor 36 dengan kriteria “sangat baik”. Aktivitas murid secara klasikal meningkat dari 33,33% dengan kriteria “sebagian kecil murid sangat aktif” menjadi 83,33% dengan kriteria “hamper seluruh murid sangat aktif”. Keterampilan pemecahan masalah meningkat dari 38,89% menjadi 77,78%, keterampilan berpikir kritis meningkat dari 38,89% menjadi 83,33%, dan keterampilan sosial meningkat dari 44,44% menjadi 88,89%, semuanya dengan kriteria “hamper seluruh murid sangat terampil”. Peningkatan ini berdampak pada hasil belajar murid yang awalnya 38,89% menjadi 83,33%.

Kesimpulan yang diperoleh saat proses pembelajaran IPAS menggunakan model PBL, CTL, dan NHT adalah meningkatnya aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan pemecahan masalah, berpikir kritis, keterampilan sosial, dan hasil belajar murid. Disarankan pembelajaran IPAS dapat menggunakan model PBL, CTL, dan NHT sebagai alternatif.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI