DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Rumah Kemasan Banjar dalam Meningkatkan Kualitas Kemasan Produk IKM Pangan di Kabupaten Banjar dengan Pendekatan Model CIPP (Context, Input, Process, Product)
PENGARANG:NURSYIFA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-07


NURSYIFA (2420422320004). 2026. Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Rumah Kemasan Banjar dalam Meningkatkan Kualitas Kemasan Produk IKM Pangan di Kabupaten Banjar dengan Pendekatan Model CIPP (Context, Input, Process, Product). Tesis. Program Studi Magister Studi Pembangunan, Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing I: Taufik Arbain dan Pembimbing II: Muhammad Riduansyah Syafari.

Rumah Kemasan Banjar merupakan program yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Banjar untuk meningkatkan kualitas kemasan dan daya saing produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui layanan konsultasi, desain kemasan, dan pendampingan. Meskipun telah beroperasi sejak tahun 2017, pelaksanaan program masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Rumah Kemasan Banjar dan faktor-faktor yang menghambatnya.

Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksplanatif. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model evaluasi Context, Input, Process, dan Product (CIPP). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penulis menggunakan Teknik purposive sampling, incidental sampling, dan snowball sampling.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Rumah Kemasan Banjar telah berjalan cukup baik dalam meningkatkan kualitas kemasan produk IKM melalui layanan konsultasi dan desain kemasan. Program dinilai relevan dengan kebutuhan pengembangan usaha dan didukung oleh sumber daya yang memungkinkan layanan berjalan. Namun, masih ditemukan beberapa kendala berupa perbedaan persepsi mengenai pentingnya kemasan di kalangan pelaku IKM, keterbatasan sumber daya program, mekanisme pelayanan yang belum sepenuhnya terstandarisasi, pendampingan yang belum berkelanjutan, serta belum optimalnya monitoring dan evaluasi hasil program. Program berhasil menghasilkan desain kemasan yang lebih informatif dan meningkatkan pemahaman sebagian pelaku IKM mengenai pentingnya kemasan, tetapi capaian program masih lebih dominan pada tingkat output dibandingkan outcome karena belum seluruh penerima manfaat mengimplementasikan hasil layanan yang diberikan.

Dalam konteks evaluasi program, rencana yang ditawarkan sebagai tindak lanjut dari luaran program adalah penguatan sumber daya, standarisasi pelayanan, pendampingan yang berkelanjutan, perluasan kemitraan, serta pengembangan sistem monitoring dan evaluasi outcome untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan Program Rumah Kemasan Banjar.

 

Kata kunci: Evaluasi, Program Rumah Kemasan Banjar, Kemasan Produk, CIPP.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI