DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN METODE MONTESSORI BERBANTUAN MEDIA LOOSE PARTS PADA KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA BANJARMASIN UTARA 1
PENGARANG:GHAIDA TSURAYA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-07


Ghaida Tsuraya. NIM 2210126320014. 2026. Mengembangkan

Kreativitas dan Kemampuan Motorik Halus Anak Menggunakan

Kombinasi Model Project Based Learning, Montessori, dan Media

Loose parts Pada Kelompok B TK Negeri Pembina Banjarmasin

Utara 1. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia

Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung

Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Maimunah, M.Pd.

Kata Kunci: Project Based Learning (PjBL), Metode Montessori, Media

Loose parts, Motorik halus, Anak usia dini.

Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih

rendahnya kemampuan motorik halus anak pada Kelompok B TK Negeri

Pembina Banjarmasin Utara 1. Hal ini disebabkan karena kurangnya

kegiatan yang menstimulasi kemampuan menggunting dan menempel pada

anak, dan pembelajaran cenderung menggunakan model dan metode yang

monoton dan satu arah yang mengakibatkan pembelajaran kurang menarik

dan tidak efektif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan

kombinasi model Project Based Learning (PjBL) dan metode montessori

melalui kegiatan menggunting dan menempel berbantuan media loose parts.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru,

kreativitas anak, aktivitas anak, serta peningkatan kemampuan motorik

halus anak setelah diterapkannya kombinasi model Project Based Learning

(PjBL) dan metode montessori pada kegiatan menggunting dan menempel

berbantuan media loose parts.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis

penelitian berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan

dalam 4 kali pertemuan. Penelitian ini dilakukan pada anak kelompok B1

TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara 1, dengan jumlah subjek sebanyak

15 anak. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi. Analisis

data menggunakan teknik deskriptif dijabarkan dengan tabel dan grafik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Aktivitas guru pada

pertemuan 1 mendapat skor 17 kategori “CukupBaik” dan terus meningkat

hingga pertemuan ke-4 mendapatkan skor 27 kategori “SangatBaik”. (2)

Aktivitas anak pada pertemuan 1 mendapat persentase 33% kategori

“Hampir Tidak Ada Anak Aktif” dan terus meningkat hingga pertemuan 4

mencapai 93% kategori “Hampir Seluruh Anak Aktif”. (3) Kreativitas Anak

pada pertemuan 1 mendapat persentase 27% kategori “Sebagian Kecil Anak

Kurang Kreatif” dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mencapai 94%

kategori “Sebagian Besar Anak Kreatif”. (4) Motorik Halus Anak pada

pertemuan 1 mendapat persentase 27% kategori “BelumBerkembang” dan

terus meningkat hingga pertemuan 4 mencapai 94% kategori “Berkembang

Sangat Baik”.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI