DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH PERTUMBUHAN PINJAMAN DAN PENYALURAN PINJAMAN UMKM TERHADAP RISIKO PINJAMAN FINTECH P2P LENDING DENGAN MODERASI INFLASI
PENGARANG:M. ALDI ARRASYID
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-07


M. Aldi Arrasyid. 2025/2026. Pengaruh Pertumbuhan Pinjaman dan Penyaluran Pinjaman UMKM terhadap Risiko Pinjaman Fintech P2P Lending dengan Moderasi Inflasi. Pembimbing Dr. Asrid Juniar, S.E., M.M.; Penguji I: Sufi Jikrillah, S.T. M.M., CRA, CRMP; Penguji II: Dr. Fifi Swandari, S.E., M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan pinjaman, dan penyaluran pinjaman UMKM yang diproksikan dengan proporsi pinjaman UMKM, terhadap risiko pinjaman pada industri fintech P2P lending di Indonesia dengan variabel moderasi inflasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder bulanan periode 2022–2024 yang diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan dan Badan Pusat Statistik. Risiko pinjaman diukur menggunakan tingkat wanprestasi lebih dari 90 hari (TWP90), sedangkan penyaluran pinjaman UMKM diproksikan dengan proporsi outstanding pinjaman UMKM terhadap total outstanding pinjaman. Data penelitian terdiri atas 36 observasi bulanan. Teknik analisis yang digunakan adalah Moderated Regression Analysis dengan terlebih dahulu melakukan mean centering terhadap variabel independen dan variabel moderasi. Permasalahan autokorelasi dalam model ditangani menggunakan metode Cochrane-Orcutt sehingga analisis regresi akhir menggunakan 33 observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan pinjaman berpengaruh positif dan signifikan terhadap risiko pinjaman. Penyaluran pinjaman UMKM dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko pinjaman. Hasil pengujian interaksi juga menunjukkan bahwa inflasi tidak mampu memoderasi pengaruh pertumbuhan pinjaman maupun penyaluran pinjaman UMKM terhadap risiko pinjaman. Model penelitian memiliki nilai koefisien determinasi sebesar 44,3 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan pinjaman perlu diikuti dengan pengelolaan risiko, proses seleksi debitur, dan pemantauan kualitas pinjaman yang memadai karena pertumbuhan pinjaman yang lebih tinggi dapat meningkatkan risiko keterlambatan pembayaran. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI