DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | BAURAN PEMASARAN PADA USAHA WADAI BINGKA AL-FADHAL DI KELURAHAN GAMBUT | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD IKHSAN FEBRIAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-07 |
Wadai bingka merupakan salah satu makanan lokal khas Kalimantan Selatan yang banyak digemari oleh masyarakat. Tingginya minat masyarakat terhadap wadai bingka mendorong munculnya berbagai pelaku usaha yang menjadikan pengolahan dan penjualan wadai bingka sebagai kegiatan ekonomi serta produk yang bernilai usaha. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat agar mampu mempertahankan keberlangsungan usaha. Usaha wadai bingka Al-Fadhal merupakan salah satu usaha wadai bingka yang telah beroperasi sejak tahun 1980 dan menjadi usaha pertama yang menjual wadai bingka di Kelurahan Gambut, sehingga menarik untuk dikaji mengenai penerapan bauran pemasaran yang dilakukan oleh pelaku usaha wadai bingka Al-Fadhal. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui tentang profil usaha wadai bingka Al-Fadhal di Kelurahan Gambut. 2) Menganalisis penerapan bauran pemasaran pada usaha wadai bingka Al-Fadhal di Kelurahan Gambut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah tujuh orang meliputi pemilik usaha, karyawan, dan konsumen pada usaha wadai bingka Al-Fadhal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan menggunakan member check, triangulasi (sumber, teknik, waktu), dan perpanjang pengamatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha wadai bingka Al-Fadhal merupakan usaha kuliner tradisional yang mempertahankan cita rasa khas wadai bingka Banjar dan berkembang sebagai usaha keluarga. Penerapan bauran pemasaran dilakukan melalui empat strategi, yaitu strategi produk, harga, tempat, dan promosi. Strategi produk dilakukan dengan mempertahankan kualitas rasa melalui penggunaan bahan baku yang segar, mempertahankan resep dan proses pembuatan yang telah diwariskan, menyediakan variasi produk, serta menggunakan merek, label, dan kemasan yang sesuai. Strategi harga dilakukan dengan mempertimbangkan biaya produksi dan produk bingka yang lebih besar dari usaha bingka lainnya. Strategi tempat dilakukan melalui lokasi usaha yang strategis, mudah dijangkau konsumen, serta melalui distribusi langsung dan distribusi tidak langsung. Strategi promosi dilakukan melalui periklanan, hubungan masyarakat dan publisitas, penjualan pribadi, pemasaran langsung, pemasaran interaktif, serta pemasaran dari mulut ke mulut.
Usaha wadai bingka Al-Fadhal mampu mempertahankan keberlangsungan usaha melalui penerapan bauran pemasaran. Strategi tersebut membantu usaha dalam menghadapi persaingan usaha wadai bingka di Kelurahan Gambut.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI