DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Interaksi Simbolik Pemidara dalam Pengobatan Tradisional Bepidara Pada Masyarakat Banjar di Kelurahan Murung Keraton, Kelurahan Jawa Laut dan Kelurahan Bincau Kecamatan Martapura
PENGARANG:PIYA HAMIYATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-07


Penelitian ini mengkaji proses pelaksanaan pengobatan tradisional bepidara serta makna simbolik yang terkandung di dalamnya berdasarkan perspektif pemidara pada masyarakat Banjar di Kelurahan Murung Keraton, Jawa Laut, dan Bincau, Kecamatan Martapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan perspektif Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead yang mencakup konsep mind, self, dan society. Informan penelitian terdiri atas tiga orang pemidara yang masih menjalankan praktik bepidara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan bepidara memiliki pola yang relatif sama melalui penggunaan kunyit, kapur sirih, beras, bakul, dan pisau sebagai bahan serta alat dalam praktik pengobatan, disertai pembacaan basmalah, selawat, dan ungkapan “kur sumangat”. Perbedaan ditemukan pada teknik pengolesan, penggunaan alat, posisi pasien, dan bacaan tambahan dari masing-masing pemidara. Makna simbolik dalam praktik bepidara meliputi perlindungan, pembersihan, pemutusan penyakit, serta harapan terhadap kesembuhan dan keberkahan. Konsep mind terlihat melalui pemaknaan terhadap simbol, self melalui pembentukan identitas pemidara, dan society melalui kepercayaan kolektif masyarakat yang mempertahankan keberlangsungan tradisi tersebut.

Kata Kunci: Interaksi Simbolik, Pengobatan Tradisional Bepidara, Pemidara

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI