DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN AKTIVITAS, MEMBACA PEMAHAMAN, DAN KERJASAMA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL MERANGKAI DI KELAS 4 SDN-SN KARANG MEKAR 1 | |
| PENGARANG | : | DINDA VIDYANA DWIPUTRI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-10 |
Rendahnya aktivitas belajar, keterampilan membaca pemahaman, dan keterampilan kerja sama murid kelas IV pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dilakukan inovasi melalui penerapan model pembelajaran MERANGKAI yang mengintegrasikan tiga model kooperatif secara sinergis, yaitu Problem Based Learning (PBL), Think Pair Share (TPS), dan Make a Match dengan bantuan media Canva. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas pendidik, aktivitas belajar murid, keterampilan membaca pemahaman, keterampilan kerja sama, serta hasil belajar kognitif murid.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi kualitatif dan kuantitatif melalui jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model PTK yang diadaptasi mengacu pada model Kurt Lewin yang meliputi empat tahapan berulang pada setiap siklusnya, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Data penelitian dikumpulkan secara komprehensif melalui lembar observasi aktivitas pendidik, lembar observasi aktivitas murid, instrumen keterampilan membaca pemahaman, lembar penilaian kerja sama kelompok, serta tes evaluasi hasil belajar individu murid.
Hasil penelitian dari pertemuan 1 hingga pertemuan 4 menunjukkan adanya tren peningkatan kualitas pembelajaran yang sangat signifikan. Aktivitas guru melonjak dari 78% menjadi 100% yang menunjukkan penguasaan penuh terhadap sintaks model. Peningkatan kualitas mengajar ini berdampak linear pada melonjaknya ketuntasan klasikal aktivitas murid dari 24% menjadi 84%. Di sisi lain, keterampilan membaca pemahaman murid meningkat konsisten dari 24% menjadi 81% karena murid terbantu oleh panduan membaca intensif. Karakter kerja sama emosional-sosial kelompok juga melompat masif dari 30% menjadi 87% berkat berjalannya aktivitas tutor sebaya yang minim ego. Dampak domino dari perbaikan seluruh aspek proses ini berhasil mendongkrak ketuntasan klasikal hasil belajar kognitif murid dari 51% pada pertemuan pertama hingga mencapai 81% pada pertemuan keempat.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI