DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STRATEGI PRIORITAS DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA BUKIT MATANG KALADAN KECAMATAN ARANIO KABUPATEN BANJAR
PENGARANG:DANTI ALMA VIANDRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-10


Objek Wisata Bukit Matang Kaladan merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang memiliki panorama perbukitan dan Waduk Riam Kanan yang menarik. Namun, jumlah kunjungan wisatawan pada objek wisata matang keladan mengalami penurunan pada tahun 2022 mencapai 17.579 wisatawan, pada tahun 2023 13.567 wisatawan, tetapi justru menurun menjadi 10.191 wisatawan pada tahun 2024 dan pada 2025 menurun menjadi 8.667 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan objek wisata Bukit Matang Kaladan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan komponen pengembangan pariwisata 4A yang meliputi attraction, accessibility, amenities, dan ancillary. Faktor internal dan eksternal dianalisis menggunakan matriks IFAS dan EFAS, kemudian strategi pengembangan dirumuskan melalui analisis SWOT dan ditentukan prioritasnya menggunakan metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis IFAS dan EFAS, Objek Wisata Bukit Matang Kaladan memiliki skor IFAS sebesar -0,75 dan skor EFAS sebesar 1,35, sehingga berada pada Kuadran II (Strategi Turnaround) dalam matriks SWOT. Posisi ini menunjukkan bahwa objek wisata memiliki kelemahan internal yang relatif dominan, namun didukung oleh peluang eksternal yang tinggi. Oleh karena itu, strategi pengembangan yang sesuai adalah Strategi Turnaround, yaitu memanfaatkan peluang eksternal untuk mengatasi kelemahan internal objek wisata. Berdasarkan analisis QSPM, strategi prioritas yang direkomendasikan adalah meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kelengkapan fasilitas pendukung wisata, seperti toilet, papan petunjuk jalan, tempat ibadah, pusat informasi, gazebo, dan spot foto, dengan memanfaatkan pembangunan infrastruktur penunjang, seperti listrik dan jaringan sinyal, serta meningkatkan keberagaman rumah makan dan penginapan di sekitar kawasan objek wisata. Strategi tersebut memperoleh nilai Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi sebesar 5,86, sehingga menjadi strategi utama dalam pengembangan Objek Wisata Bukit Matang Kaladan.

Kata Kunci: SWOT, QSPM, Bukit Matang Kaladan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI