DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS KEGIATAN MENGGULUNG MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, METODE DEMONSTRASI, DAN MEDIA PAPER QUILLING PADA KELOMPOK A DI TK ISLAM AL-ZAHRAH MARTAPURA
PENGARANG:SYIFA FITRIA RAHMAWATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-10


Syifa Fitria Rahmawati, 2026. Mengembangkan Kreativitas Dan Kemampuan Motorik Halus Kegiatan Menggulung Menggunakan Model Project Based Learning, Metode Demonstrasi, Dan Media Paper Quilling Pada Kelompok A Di TK Islam Al-Zahrah Martapura. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Tika Puspita Widya Rini, M.Pd.

Kata Kunci: Kreativitas, Motorik Halus, Project Based Learning, Demonstrasi, Paper Quilling

            Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan perkembangan motorik halus anak dalam kegiatan menggulung menggunakan media paper quilling. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya tingkat kreativitas dan kemampuan motorik halus anak. Hal ini terjadi karena aktivitas yang melibatkan koordinasi otot halus mata dan tangan terbatas, model pembelajaran dan media yang digunakan kurang bervariasi. Anak mengalami kesulitan dalam motorik halusnya seperti kegiatan menggulung dan memegang alat tulis. Untuk mengatasi permasalahan ini peneliti menerapkan model Project Based Learning, metode Demonstrasi, dan media Paper Quilling. Hal ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, menganalisis kreativitas anak dan perkembangan motorik halus anak.

            Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan 4 pertemuan. Subjek penelitian dilaksanakan di TK Islam Al-Zahrah Martapura pada kelompok A berjumlah 12 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data yaitu teknik deskriptif dalam bentuk tabel dan grafik. Indikator keberhasilan aktivitas guru tercapai jika memperoleh skor 30 dengan kriteria “sangat baik”. Aktivitas anak secara klasikal dianggap berhasil jika mencapai persentase 84% dengan kriteria “hampir seluruh anak aktif”. Kreativitas anak secara klasikal dianggap berhasil jika mencapai presentase 81% “hampir seluruh anak kreatif”. Hasil perkembangan motorik halus anak dianggap berhasil jika mencapai presentase 82% kriteria “berkembang sesuai harapan” dan secara individual memperoleh skor 12 pada kriteria berkembangan sangat baik (BSB).

            Hasil data penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan ke 1, 2, 3 dan 4 menunjukkan bahwa setiap langkah-langkah terlaksana dengan baik. Aktivitas anak memperoleh kategori sangat aktif. Kreativitas anak memperoleh kategori sangat kreatif. Hasil perkembangan motorik halus anak mencapai 83% anak yang berhasil dengan mendapat (BSH).

            Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa menggunakan model Project Based Learning, metode Demonstrasi dan media Paper Quilling dapat mengembangkan kreativitas dan kemampuan perkembangan motorik halus anak dengan baik.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI