DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Model Bahan Ajar Membaca Berbasis Budaya Banjar Dengan Pendekatan Literasi Kritis Untuk Murid Sekolah Dasar | |
| PENGARANG | : | JAMIATUL HAMIDAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-11 |
HAMIDAH, JAMIATUL. 2026. Model Bahan Ajar Membaca berbasis Budaya Banjar dengan Pendekatan Literasi Kritis untuk Murid Sekolah Dasar. DISERTASI, Program Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Lambung Mangkurat. Prof. Dr. Jumadi, M.Pd., dan Dr. M. Rafiek, M.Pd.
Kata kunci: membaca, budaya_Banjar, literasi_kritis, sekolah dasar
Tujuan penelitian ini ialah mengembangkan dan menguji efektivitas bahan ajar membaca berbasis budaya Banjar dengan pendekatan literasi kritis untuk murid Sekolah Dasar. Metode penelitian yang diterapkan ialah Research and Development (R&D) Borg and Gall, dengan sepuluh langkah yang secara ringkas dibagi dalam 3 tahapan, yakni analisis kebutuhan, pengembangan produk, dan diseminasi. Data penelitian berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan studi pustaka, angket kebutuhan, wawancara, uji validasi pakar (bahasa, materi, dan media), observasi kelas (uji efektivitas pembelajaran), uji pre-tes dan post-tes, serta angket respons guru dan murid. Instrumen penelitian terdiri dari lima jenis, yakni instrumen angket dan wawancara untuk analisis kebutuhan, instrumen validasi bahan ajar, instrumen observasi efektivitas pembelajaran (FIAC), instrumen soal pilihan ganda pre-tes-pos-tes, dan angket respons guru dan murid. Analisis data kualitatif dilakukan dengan pengklasifikasian, penafsiran, dan penyimpulan secara deskriptif kualitatif. Analisis data kuantitatif menggunakan Indeks Aiken untuk validasi pakar, Uji CITC dan Cronbach’s Alpha untuk validitas reliabilitas instrumen pre-tes-pos-tes, analisis FIAC untuk efektivitas interaksi pembelajaran di kelas, dan uji statistik angket respons murid. Hasil penelitian: 1) proses pengembangan bahan ajar menghasilkan produk berupa buku teks untuk murid berisi enam bab bertema budaya Banjar (kuliner nasi kuning, tradisi baayun maulid, pasar terapung, permainan balogo, batik sasirangan, dan tari baksa kembang) serta buku panduan guru. Kedua buku dinyatakan valid oleh pakar bahasa, media, dan pakar materi budaya Banjar dengan indeks Aiken’s V berkisar antara 0,74–1,00, yang memperlihatkan tingkat validitas tinggi hingga sangat tinggi; 2) uji efektivitas dilaksanakan melalui pre-test dan post-test pada kelas eksperimen yang menggunakan bahan ajar berbasis budaya Banjar, diperkuat dengan hasil angket respons guru dan murid. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan antara skor pre-test dan post-test dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,026 (< 0,05). Analisis memperlihatkan adanya peningkatan signifikan pada kelas eksperimen, baik dari segi skor tes ataupun aktivitas pembelajaran yang lebih interaktif, kritis, dan kontekstual. Implikasi penelitian ini memperlihatkan bahwasanya bahan ajar membaca berbasis budaya Banjar dengan pendekatan literasi kritis layak dan efektif dipergunakan sebagai pendamping pembelajaran Bahasa Indonesia di SD. Hasil penelitian bisa dijadikan referensi bagi pengembang kurikulum untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam pendidikan multikultural. Guru maupun sekolah dapat menggunakan sebagai sarana peningkatan mutu literasi kritis siswa berbasis budaya lokal.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI