DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Model Pengelolaan Sampah Berbasis Modal Sosial Di Kelurahan Bangkuang Kecamatan Karau Kuala Kabupaten Barito Selatan | |
| PENGARANG | : | WINDA LULA LULITA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-12 |
Winda Lula Lulita. 2210413220045, 2022. “Model Pengelolaan Sampah Berbasis Modal Sosial Di Kelurahan Bangkuang Kecamatan Karau Kuala Kabupaten Barito Selatan”. Di bawah bimbingan Sandra Bhakti Mafriana.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam pengelolaan sampah serta merumuskan model pengelolaan sampah berbasis modal sosial yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat setempat. Permasalahan sampah di Kelurahan Bangkuang menjadi salah satu persoalan lingkungan yang dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat, sementara pengelolaannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya partisipasi masyarakat, terbatasnya sarana dan prasarana, serta belum optimalnya pemanfaatan modal sosial dalam mendukung pengelolaan sampah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada analisis dimensi modal sosial yang terdiri atas kepercayaan (trust), jaringan sosial (network), dan norma (norms) berdasarkan perspektif Robert D. Putnam. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis untuk memahami pola interaksi sosial dalam pengelolaan sampah di masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial di Kelurahan Bangkuang sebenarnya telah terbentuk, namun belum terintegrasi secara optimal. Kepercayaan masyarakat masih bersifat kondisional, jaringan sosial belum terkoordinasi secara sistematis, dan norma kebersihan belum menjadi budaya yang mengikat. Kondisi tersebut menyebabkan pengelolaan sampah belum berjalan efektif dan masih bersifat parsial.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menghasilkan Model Pengelolaan Sampah Berbasis Modal Sosial Kolaboratif–Partisipatif yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama, dengan pemerintah kelurahan berperan sebagai fasilitator. Model ini menekankan penguatan network, trust, dan norms untuk membentuk sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kata kunci: modal, sosial, pengelolaan, sampah, trust, network, norms, Putnam, partisipatif
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI