DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Hubungan Self-Esteem dengan Keberanian Melapor Cyberbullying di SMP | |
| PENGARANG | : | MAULIDIA FARAH DIBA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-12 |
Perkembangan teknologi digital telah membuka celah munculnya cyberbullying di kalangan remaja, khususnya pada siswa SMP. Namun, tingkat pelaporan masih rendah, dan salah satu variabel yang diduga berkaitan dengan keberanian melapor adalah self-esteem. Kajian terdahulu banyak menempatkan self-esteem sebagai faktor yang berkaitan dengan posisi seseorang sebagai korban atau pelaku cyberbullying, sedangkan penelitian ini berbeda karena berfokus pada keberanian melapor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-esteem dengan keberanian melapor cyberbullying di SMP.
Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan kuantitatif,dengan sampel sebanyak 167 siswa kelas VII SMP Negeri 24 Banjarmasin tahun ajaran 2025/2026 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan dua angket, yaitu angket self-esteem dan angket keberanian melapor cyberbullying, kemudian hubungan antarvariabelnya dianalisis dengan Pearson Product Moment.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-esteem dan keberanian melapor cyberbullying sama-sama berada pada kategori sedang. Selain itu, hasil uji korelasi juga menunjukkan bahwa self-esteem memiliki hubungan positif, signifikan, dan kuat dengan keberanian melapor cyberbullying di SMP (r = 0,606; p < 0,001). Dengan kata lain, semakin tinggi self-esteem siswa, maka semakin tinggi pula keberanian mereka untuk melapor cyberbullying. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah self-esteem siswa, semakin rendah pula keberaniannya untuk melapor.Temuan ini menunjukkan bahwa self-esteem siswa penting diperkuat melalui layanan bimbingan dan konseling karena berkaitan dengan keberanian siswa dalam melaporkan kasus cyberbullying.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI