DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, PEMECAHAN MASALAH, DAN KERJASAMA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PARIS PADA SISWA KELAS IV SDN BELITUNG SELATAN 2 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | NUR ANNISA MAHMUDAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-13 |
Mahmudah, N.A. (2026). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, dan Kerja Sama Mata Pelajaran Matematika Menggunakan Model PARIS Pada Siswa Kelas IV SDN Belitung Selatan 2 Banjarmasin.Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Dosen Pembimbing Amberansyah, S.Pd., M.Pd.
Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, Kerja Sama, Hasil Belajar, Matematika
Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya aktivitas guru, aktivitas
siswa, aktivitas keterampilan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, keterampilan kerja sama, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika.
Upaya untuk mengatasi permasalahan dengan menerapkan model pembelajaran PARIS yang bertujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir
kritis, pemecahan masalah, kerja sama, dan hasil belajar.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan 4 kali pertemuan. Setting penelitian adalah siswa kelas IV SDN Belitung Selatan 2 Banjarmasin yang berjumlah 16 siswa yang terdiri 8 siswa laki-laki dan 8 siswa
perempuan, pada semester II tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kerja sama, dan hasil
belajar siswa melalui tes tertulis pada lembar kerja kelompok dan soal evaluasi individu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1
sampai 4 meningkat dari skor 33 menjadi 40. Aktivitas siswa secara klasikal pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 38% menjadi 88%. Keterampilan berpikir kritis siswa secara klasikal pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 19% menjadi
88%. Keterampilan pemecahan masalah siswa secara klasikal pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 31% menjadi 88%. Keterampilan kerja sama siswa secara
klasikal pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 24% menjadi 94%. Hasil belajar aspek kognitif secara klasikal pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 43% menjadi 94%. Aspek afektif secara klasikal pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 63% menjadi 100%. Aspek psikomotorik secara klasikal pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 50% menjadi 100%.
Kesimpulan yang didapat bahwa penggunaan model PARIS dapat
meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kerja sama, dan hasil belajar. Model tersebut dapat dijadikan sebagai referensi dalam meningkatkan kualitas aktivitas guru, aktivitas siswa,
keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kerja sama, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI