DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS, PEMECAHAN MASALAH DAN KOLABORASI PADA PEMBELAJARAN PANCASILA DI KELAS V MELALUI MODEL PENTA DI SDN MELAYU 11 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | SITI MARIAM | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-13 |
ABSTRAK
Siti Mariam. (2026). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis,
Pemecahan Masalah, dan Kolaborasi pada Pembelajaran
Pancasila di Kelas V Melalui Model PENTA di SDN Melayu 11
Banjarmasin. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung
Mangkurat. Dosen Pembimbing Amberansyah, S.Pd., M.Pd.
Kata Kunci: Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, Kolaborasi, Problem Based
Learning, Contextual Teaching and Learning, Numbered Heads Together.
Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas guru,
aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, keterampilan kolaborasi, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. Hal tersebut disebabkan karena penerapan model pembelajaran yang kurang bervariasi, pembelajaran masih berpusat pada guru, siswa belum terbiasa menyelesaikan permasalahan berbasis HOTS, serta rendahnya
keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dampaknya yaitu pembelajaran menjadi kurang efektif, siswa cenderung pasif, keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kolaborasi belum berkembang secara optimal, serta hasil belajar siswa masih rendah. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan Model PENTA yang merupakan kombinasi Problem Based Learning (PBL), Contextual Teaching and Learning (CTL),dan Numbered Heads Together (NHT). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas guru, mendeskripsikan aktivitas siswa, menganalisis
peningkatan keterampilan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, keterampilan kolaborasi, serta hasil belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang
dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Setting penelitian adalah siswa kelas V SDN Melayu 11 Banjarmasin yang berjumlah 15 siswa terdiri atas 10 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, dan keterampilan kolaborasi. Data kuantitatif diperoleh melalui tes hasil belajar siswa pada aspek kognitif serta penilaian aspek afektif dan psikomotorik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mengalami
peningkatan dari skor 33 pada pertemuan pertama menjadi 38 pada pertemuan keempat dengan kategori Sangat Baik. Aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, keterampilan kolaborasi, serta hasil
belajar siswa pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik juga mengalami peningkatan pada setiap pertemuan hingga mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan
Model PENTA mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa,
keterampilan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, keterampilan kolaborasi, serta hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V SDN Melayu 11 Banjarmasin. Model PENTA disarankan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI