DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Efektivitas Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Melalui Inovasi Layanan Samsat Bayar Malam (SAMALAM) Pada UPPD Banjarmasin II
PENGARANG:SYIFA AYU ASKIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-13


ABSTRAK

Syifa Ayu Askia. 2300312320036. Analisis Efektivitas Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Melalui Inovasi Layanan Samsat Bayar Malam (SAMALAM) Pada UPPD Banjarmasin II. Di bawah bimbingan Dr. Ahmad Rifani, S.E.M.M.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya potensi tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Provinsi Kalimantan Selatan akibat kendala kesibukan wajib pajak pada jam kerja formal. Menyikapi hal tersebut, UPPD Banjarmasin II menghadirkan inovasi layanan Samsat Bayar Malam (SAMALAM) sebagai fasilitas alternatif untuk memperluas akses pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas target penerimaan dan seberapa besar kontribusi riil layanan SAMALAM terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor PKB pada periode tahun 2022 hingga 2025.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi dokumentasi. Data sekunder diperoleh langsung dari laporan kinerja keuangan internal UPPD Banjarmasin II, yang kemudian dianalisis menggunakan rasio efektivitas (Kepmendagri No. 690.900.327 Tahun 1996) dan rasio kontribusi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas mekanisme pemungutan PKB secara keseluruhan pada UPPD Banjarmasin II secara konsisten berada pada kriteria Sangat Efektif, dengan persentase realisasi selalu melampaui 100% dari target setiap tahunnya (tertinggi pada 2024 sebesar 109,07%). Namun, hasil analisis kontribusi menunjukkan bahwa sumbangsih layanan SAMALAM terhadap total penerimaan instansi berada pada kriteria Sangat Kurang (di bawah 4% setiap tahunnya). Meskipun persentase kontribusinya kecil dan menghabiskan biaya lembur operasional, SAMALAM memiliki peran krusial sebagai layanan komplementer pendukung target reguler. Hal ini terbukti dari adanya anomali lonjakan penerimaan yang eksponensial pada tahun 2024 (mencapai Rp 5,19 Miliar) akibat momentum program relaksasi. Penelitian ini juga menghasilkan luaran rekomendasi pentingnya intensifikasi promosi via media sosial, pelibatan mahasiswa sebagai relawan pajak, serta perlunya peralihan menuju transaksi digital (QRIS) untuk memitigasi risiko pengelolaan uang tunai.

Kata Kunci: Efektivitas, Kontribusi, Pajak Kendaraan Bermotor, Pelayanan Publik, SAMALAM.

 

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI