DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Mediasi Kinerja Kader Posyandu dalam Pengaruh Organizational Citizenship Behavior, Penghargaan, dan Pelatihan terhadap Keberhasilan Penurunan Stunting di Kabupaten Barito Kuala
PENGARANG:RAUDATUL JANNAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-13


Stunting tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia karena berdampak pada perkembangan kognitif, kapasitas belajar, dan risiko penyakit kronis. Intervensi berbasis masyarakat melalui posyandu sangat bergantung pada kinerja kader yang bersifat sukarela.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh organizational citizenship behavior (OCB), penghargaan, dan pelatihan terhadap kinerja kader posyandu dan keberhasilan penurunan stunting, baik secara langsung maupun melalui mediasi kinerja kader posyandu di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan analitik potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 377 kader posyandu aktif yang dipilih menggunakan teknik multistage random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equational Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa OCB berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja kader (β = 0,404; p =0,000) dan keberhasilan penurunan stunting (β = 0,738; p < 0,000). Penghargaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja kader (β = 0,149; p = 0,001), namun tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap keberhasilan penurunan stunting (β = -0,038); p = 0,165). Pelatihan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja (β = 0,051; p =0,244) maupun keberhasilan penurunan stunting (β = 0,019; p =0,383). Kinerja kader berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan penurunan stunting (β = 0,198; p =0,000) serta mampu memediasi pengaruh OCB terhadap keberhasilan penurunan stunting (β = 0,080; p =0,000) dan pengaruh penghargaan terhadap keberhasilan penurunan stunting (β = 0,030; p =0,011). Namun, kinerja kader belum mampu memediasi pengaruh pelatihan terhadap keberhasilan penurunan stunting (β = 0,010; p =0,277). Faktor paling dominan dalam keberhasilan penurunan stunting adalah OCB kader, baik secara langsung maupun melalui peningkatan kinerja. Penguatan perilaku sukarela, motivasi intrinsik, sistem penghargaan, dan peningkatan kinerja kader posyandu sangat penting dalam mendukung efektivitas program percepatan penurunan stunting berbasis masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemberdayaan kader yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas dan dukungan organisasi yang optimal.

 

Kata Kunci: Stunting, Kinerja Kader Posyandu, OCB, Penghargaan, Pelatihan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI