DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN WAREHOUSE ALFAMART PALANGKARAYA, KALIMANTAN TENGAH | |
| PENGARANG | : | ADAM KHAIR | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-14 |
Keberhasilan proyek konstruksi gudang logistik dipengaruhi oleh ketepatan waktu penyelesaian dan efisiensi anggaran, namun sering dihadapkan pada ketidakpastian lingkungan yang memicu keterlambatan jadwal (time delay) dan pembengkakan biaya (cost overrun), terutama pada proyek berstruktur profil baja bentang lebar di atas lahan geografis ekstrem. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi variabel risiko dominan serta merumuskan strategi mitigasi komprehensif pada pembangunan Warehouse Alfamart Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang berdiri di atas lahan 30.000 m² dengan luas bangunan 13.000 m². Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif analitis dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner terstruktur kepada 38 responden ahli yang mewakili owner (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk), kontraktor (PT Primatama), dan konsultan pengawas (PT Rekajasa). Pengujian instrumen menggunakan korelasi peringkat Spearman untuk validitas, serta analisis faktor eksploratori (EFA) guna membuktikan unidimensionality melalui koefisien McDonald's omega hierarchical ($omega_h$) yang didukung nilai Cronbach's Alpha melampaui batas minimum 0,60. Hasilnya menunjukkan instrumen konsisten dan andal, dengan nilai 0,845 untuk dimensi kemungkinan, 0,873 untuk dampak keterlambatan, dan 0,729 untuk dampak kerugian finansial. Analisis tingkat penerimaan risiko dihitung menggunakan metode Risk Acceptability berbasis nilai modus dan skala Godfrey. Hasil riset menunjukkan dari 43 variabel teridentifikasi, sebanyak 41 variabel (95,3%) merupakan risiko dominan terhadap keterlambatan waktu dan 37 variabel (86,0%) dominan terhadap kerugian biaya. Risiko kritis prioritas tertinggi (Unacceptable) dipengaruhi oleh kondisi geoteknik tanah gambut lokal yang menyebabkan penurunan pondasi (settlement dengan indeks tertinggi 20), perubahan cuaca drastis, fluktuasi harga baja global kontrak lumpsum, kenaikan sewa alat, kejenuhan pekerja akibat tugas repetitif, kelelahan fisik lembur ekstrem, keterbatasan welder struktural bersertifikat AWS, serta hambatan logistik pengiriman baja luar pulau via sungai. Berdasarkan akar masalah tersebut, dirumuskan tujuh kluster strategi mitigasi valid, di mana pengelolaan teknik lapangan dan rantai pasok (supply chain) menjadi prioritas utama. Melalui implementasi tujuh rekomendasi taktis ini, diharapkan seluruh ancaman degradasi kinerja di lapangan dapat diminimalisasi secara preventif untuk menjamin keberhasilan mutu, waktu, dan efisiensi biaya proyek warehouse sejenis di kemudian hari.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI