DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STRATEGI KONSELOR DALAM MEMBANGUN SELF-CONFIDENCE SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) YANG MENGALAMI BULLYING SOSIAL
PENGARANG:HANA NAIMAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-14


Naimah, H., Putro, H.Y.S., & Sulistiyana. (2026). Strategi Konselor dalam Membangun Self-confidence Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang Mengalami Bullying Sosial. Jurnal Ragam Pengabdian, 3(1 (Spesial Issue), 472-494. https://doi.org/10.62710/q1kqfq83

Kata Kunci:Bullying Sosial, Self-confidence, Strategi Konselor, PIK-R, NVivo

            Bullying sosial di lingkungan sekolah merupakan permasalahan yang dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan diri siswa, terutama pada jenjang Sekolah Menengah Pertama yang berada pada fase perkembangan emosional dan sosial yang sensitif. Penelitian ini bertujuan untuk menggali strategi konselor dalam membangun kembali self-confidence siswa yang mengalami bullying sosial di SMPN 6 Banjarmasin.

            Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas dua konselor sekolah, satu pembina dan tiga anggota tim PIK-R Teman Sebaya, serta siswa yang pernah mengalami bullying sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diperkuat melalui keterlibatan berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan proses penanganan bullying sosial di sekolah. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan aplikasi NVivo melalui tahapan coding, reduksi data, serta pemetaan tema menggunakan fitur word cloud untuk menemukan pola dan tema utama dalam penelitian.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi konselor dalam membantu siswa korban bullying sosial dilakukan melalui identifikasi kasus berdasarkan perubahan perilaku siswa, informasi dari teman sebaya, serta penggunaan bukti digital pada kasus cyberbullying. Strategi layanan yang diterapkan meliputi penciptaan suasana konseling yang aman, pendekatan secara bertahap, pemberian arahan dengan empati, bimbingan klasikal mengenai dampak bullying, serta latihan penguatan diri melalui afirmasi positif dan identifikasi potensi siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi konselor yang terstruktur, empatik, dan kolaboratif berperan penting dalam membantu siswa memulihkan self-confidence serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan suportif. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk melibatkan lebih banyak informan, memperluas lokasi penelitian, serta mengembangkan layanan bimbingan dan konseling, seperti bimbingan klasikal maupun konseling individual dengan teknik yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI