DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Hubungan Perasaan Tidak Berharga dengan Perilaku Cyberbullying Pada Siswa di SMP | |
| PENGARANG | : | IRDA SABRINA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-14 |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja yang turut memunculkan perilaku cyberbullying. Salah satu faktor psikologis yang diduga berkaitan dengan perilaku tersebut adalah perasaan tidak berharga, yaitu penilaian negatif individu terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perasaan tidak berharga dan perilaku cyberbullying pada siswa SMP Negeri 9 Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 141 siswa kelas VIII yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala perasaan tidak berharga dan skala perilaku cyberbullying dengan format skala Likert. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 27.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara perasaan tidak berharga dan perilaku cyberbullying pada siswa. Semakin tinggi perasaan tidak berharga yang dialami siswa, semakin tinggi pula kecenderungannya untuk melakukan cyberbullying. Temuan ini menunjukkan bahwa penanganan cyberbullying tidak cukup hanya berfokus pada perilaku yang tampak, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi psikologis siswa, khususnya penilaian terhadap keberhargaan dirinya. Sekolah dan guru Bimbingan dan Konseling perlu mengembangkan layanan yang membantu siswa membangun penghargaan diri, mengelola emosi, dan menggunakan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor lain yang berkaitan dengan perilaku cyberbullying, seperti kontrol diri, regulasi emosi, empati, dukungan sosial, dan pola asuh keluarga.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI