DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Faktor Kendala Pelaksanaan Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Jalan Di Kalimantan Tengah
PENGARANG:ROBI MASRONI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-14


Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Jalan merupakan instrumen pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan kepada pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan, peningkatan, dan pemeliharaan infrastruktur jalan. Pelaksanaan program ini di Provinsi Kalimantan Tengah memiliki berbagai kendala yang menyebabkan keterlambatan, ketidaksesuaian spesifikasi, hingga putus kontrak pada beberapa paket pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor kendala, menentukan faktor paling dominan, dan merumuskan strategi penanganannya. Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 63 partisipan yang berasal dari Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) se-Kalimantan Tengah dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah, dilengkapi dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Variabel dan indikator divalidasi oleh pakar sehingga menghasilkan 7 variabel dengan 35 indikator. Instrumen diuji dengan korelasi Rank Spearman dan Cronbach's Alpha, selanjutnya dianalisis menggunakan metode Relative Importance Index (RII). Hasil uji validitas menunjukkan 33 dari 35 indikator valid, sementara tingkat konsistensi instrumen terbukti andal setelah pengujian reliabilitas dengan koefisien Cronbach's Alpha pada 7 variable memiliki nilai > 0,60 (reliabel). Indikator paling dominan pada setiap variabel adalah: manajemen kontraktor kurang optimal dalam pengelolaan keuangan proyek (RII 0,698), kontraktor menangani banyak proyek sejenis (RII 0,762), keterbatasan material lokal sesuai spesifikasi (RII 0,778), rendahnya kelayakan operasional alat berat (RII 0,727), implementasi SMM dan SMKK belum optimal (RII 0,724), pelaksanaan pekerjaan pada musim hujan (RII 0,908), dan kenaikan biaya transportasi dan distribusi material (RII 0,733). Dua puluh rekomendasi strategi disusun dan divalidasi pakar, kemudian disintesiskan menjadi tiga strategi utama: (1) Kelembagaan dan Kapasitas, (2) Operasional dan Sumber Daya, dan (3) Risiko dan Adaptasi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI