DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KARAKTERISASI FUNGI ENDOFIT ASAL PADI VARIETAS INPARA 12 MAYAS SEBAGAI PENGHASIL HORMON INDOLE-3- ACETIC-ACID
PENGARANG:M. ARDANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-15


Fungi endofit merupakan mikroorganisme yang hidup di dalam jaringan tanaman tanpa menimbulkan gejala penyakit serta berpotensi meningkatkan pertumbuhan tanaman produksi hormon Indole-3-Acetic Acid (IAA). Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengidentifikasi fungi endofit dari akar dan daun padi varietas Inpara 12 Mayas, menguji patogenisitas, mengevaluasi pertumbuhan pada media Potato Dextrose Agar (PDA) pH 5,46, serta menganalisis produksi hormon IAA. Penelitian dilakukan secara eksploratif melalui isolasi, pemurnian, identifikasi morfologi, uji patogenisitas, uji pertumbuhan pada media PDA pH 5,46, serta pengukuran IAA menggunakan reagen Salkowski dan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 530 nm. Data dianalisis menggunakan uji statistik sesuai asumsi. Hasil penelitian memperoleh lima isolat fungi endofit dengan genus berbeda. Seluruh isolat bersifat nonpatogen dan mampu tumbuh pada media PDA pH 5,46. Tiga isolat terpilih, yaitu Xylaria sp. Inp12(A)1, Acremonium sp. Inp12(D)1, dan Rhizopus sp. Inp12(A)3, menghasilkan IAA. Tanpa penambahan L-triptofan, konsentrasi IAA berturut-turut sebesar 5,20 ppm, 5,34 ppm, dan 4,85 ppm. Setelah penambahan L-triptofan, produksi IAA Xylaria sp. Inp12(A)1 meningkat menjadi 52,01 ppm, Rhizopus sp. Inp12(A)3 menjadi 10,10 ppm, sedangkan Acremonium sp. Inp12(D)1 menurun menjadi 3,48 ppm. Hasil menunjukkan kemampuan biosintesis IAA berbeda pada setiap isolat. Fungi endofit asal padi varietas Inpara 12 Mayas berpotensi dikembangkan sebagai Plant Growth-Promoting Fungi (PGPF), dengan Xylaria sp. Inp12(A) berpotensi tertinggi menghasilkan IAA.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI