DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HUBUNGAN ANTARA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DENGAN PERILAKU BYSTANDER PADA KASUS BULLYING DI SD NEGERI PELAMBUAN 1 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | SHOFIA HUSNA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-17 |
Fenomena bullying di sekolah dasar masih menjadi permasalahan yang melibatkan pelaku, korban, dan saksi yang disebut sebagai bystander. Bystander mempunyai peranan penting dalam menentukan keberlanjutan perilaku bullying melalui respons yang diberikan, seperti membantu korban, melaporkan kejadian, atau memilih diam. Dalam situasi tersebut, terdapat faktor psikologis yang diasumsikan berhubungan dengan perilaku bystander, salah satunya adalah Fear of Missing Out (FoMO), yaitu perasaan takut tertinggal dari aktivitas kelompok dan khawatir tidak diterima dalam kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear of Missing Out (FoMO) dengan perilaku bystander pada kasus bullying di SD Negeri Pelambuan 1 Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Teknik penarikan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan sampel sebanyak 111 siswa kelas IV, V, VI SD Negeri Pelambuan 1 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan korelasi rank spearman karena data tidak berdistribusi normal.
Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) pada siswa tergolong rendah, sedangkan perilaku bystander siswa tergolong sedang. Hasil uji korelasi rank spearman diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,273 > 0,05 dengan koefisien korelasi sebesar 0,105 yang menunjukkan hubungan positif sangat lemah. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Fear of Missing Out (FoMO) dengan perilaku bystander pada kasus bullying di SD Negeri Pelambuan 1 Banjarmasin. Peneliti selanjutnya disarankan mengkaji variabel lain yang diduga lebih berhubungan dengan perilaku bystander pada siswa sekolah dasar, seperti keberanian dan kepekaan serta menggunakan instrumen yang lebih luas agar diperoleh pemahaman yang lebih mendalam.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI