DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Implementasi Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) Untuk Mencegah Stunting di TPA Inklusi Pelita Hati Kota Banjarmasin Kecamatan Banjarmasin Timur
PENGARANG:MUHAMMAD FARREL ARDAN SANTOSO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-18


ABSTRAK

Muhammad Farrel Ardan Santoso, 2210411310012, Implementasi Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) untuk mencegah stunting di TPA Inklusi Pelita Hati Kecamatan Banjarmasin, Kota Banjarmasin. Di bawah bimbingan Widyakanti.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dalam mendukung pengasuhan anak dan pencegahan stunting di TPA Inklusi Pelita Hati Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin. Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan program ini antara lain keterbatasan anggaran, keterbatasan fasilitas pendukung kegiatan pengasuhan dan pembelajaran anak, serta keterbatasan sumber daya dalam mendukung pelaksanaan program secara optimal. Selain itu, perbedaan karakteristik dan kebutuhan setiap anak juga menjadi tantangan dalam proses pendampingan dan pengasuhan anak di TPA.

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif guna memberikan gambaran yang sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan kepala Bina Keluarga Balita (BKB) BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Sekolah, Pengasuh, serta orang tua anak di TPA Inklusi Pelita Hati. Data sekunder diperoleh melalui dokumen resmi, laporan kegiatan, literatur, serta referensi lain yang relevan dengan penelitian ini. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Penelitian ini dianalisis menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yang meliputi indikator komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program TAMASYA di TPA Inklusi Pelita Hati telah berjalan cukup baik melalui kegiatan pelatihan sensorik, pembiasaan cuci tangan, makan dan tidur siang serentak, pengawasan makan dan nutrisi anak sesuai standar, serta pelatihan motorik. Program tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan sensorik, motorik, kedisiplinan, kesehatan, dan kemandirian anak. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan anggaran dan fasilitas yang memengaruhi optimalisasi kegiatan pengasuhan dan pembelajaran anak.

Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan dukungan anggaran, pengembangan fasilitas pendukung kegiatan, serta penguatan kerja sama antara pihak TPA, dan instansi terkait agar pelaksanaan Program TAMASYA ke depan dapat berjalan lebih optimal, efektif, dan berkelanjutan.

Kata Kunci: Implementasi Program, TAMASYA, Stunting

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI