DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengalaman Self-Disclosure Generasi Z saat Makan Malam (Studi pada Keluarga Dual Earner di Kalimantan Selatan)
PENGARANG:HAYATUN NUPUS
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-20


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh paradoks self-disclosure Generasi Z yang fasih di

ruang digital, namun terhambat saat berinteraksi tatap muka dengan orang tua dalam keluarga

dual-earner akibat keterbatasan waktu dan energi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan

untuk mengetahui pengalaman dan makna self-disclosure Generasi Z kepada orang tua saat

makan malam di Kalimantan Selatan. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi yang

melibatkan enam informan melalui teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui

wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan lima

dimensi self-disclosure DeVito serta ditinjau melalui Teori Penetrasi Sosial dan Teori

Kelekatan.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman keterbukaan diri Generasi Z sangat

beragam. Pada dimensi amount, intensitasnya menyesuaikan situasi dan kondisi. Dimensi

accuracy ditunjukkan melalui penundaan hingga sikap berterus terang di waktu yang tepat.

Dimensi valence mencakup pembagian pengalaman positif dan negatif. Keterbukaan ini

memiliki tujuan untuk memperoleh dukungan emosional, melepaskan beban pikiran,

menyampaikan perkembangan diri, dan mempererat hubungan, dengan tingkat intimacy yang

merentang dari informasi dangkal hingga mendalam. Dengan demikian, Generasi Z memaknai

makan malam sebagai ruang aman untuk menjadi diri sendiri, sarana validasi emosional, ruang

pembelajaran sosial, serta bentuk pemeliharaan hubungan. Dalam keluarga dual-earner,

kualitas keterbukaan diri tidak dinilai dari lamanya durasi kebersamaan, melainkan oleh

kesiapan emosional saat berinteraksi.

Kata kunci : self disclosure, Generasi Z, dual earner, makan malam

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI