DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS KOLABORASI AKTOR DALAM TATA KELOLA KEBIJAKAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:MUHAMMAD HAMZAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-20


Hamzah, M. 2026. Analisis Kolaborasi Aktor Dalam Tata Kelola Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjarmasin. Tesis. Banjarmasin: Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat. Di bawah bimbingan Netty Herawaty.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik kolaborasi antaraktor dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjarmasin. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterlibatan berbagai aktor dalam pelaksanaan MBG yang membutuhkan kerja sama dan koordinasi lintas sektor untuk mencapai tujuan program.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aktor yang terlibat dalam pelaksanaan program, meliputi Badan Gizi Nasional melalui SPPI dan SPPG, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, pemerintah kecamatan, aparat pengawas, dan pihak sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi MBG di Kota Banjarmasin melibatkan berbagai aktor dengan fungsi dan peran yang berbeda. Pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional masih memegang kendali utama dalam penentuan kebijakan, sedangkan SPPG menjadi aktor penting dalam pelaksanaan program di lapangan. Kerja sama antaraktor terutama berlangsung melalui koordinasi, pertukaran informasi, pengawasan, dan penyelesaian masalah pelaksanaan. Namun, keterlibatan aktor daerah dalam pengambilan keputusan penting masih terbatas karena keputusan strategis lebih banyak ditentukan oleh pemerintah pusat. Di sisi lain, aktor di tingkat lokal tetap melakukan penyesuaian untuk mengatasi berbagai kendala dalam pelaksanaan program. Penelitian menyimpulkan bahwa kerja sama antaraktor dalam MBG sudah berjalan dalam pelaksanaan sehari-hari, tetapi belum sepenuhnya setara dalam penentuan kebijakan. Oleh karena itu, pemerintah pusat perlu memberikan ruang yang lebih besar kepada pemerintah daerah dan aktor pelaksana untuk terlibat dalam perencanaan, evaluasi, dan pengambilan keputusan agar pelaksanaan MBG lebih sesuai dengan kebutuhan daerah dan dapat berjalan secara lebih efektif.

 

Kata Kunci: Collaborative Governance, Program Makan Bergizi Gratis, Kolaborasi Antaraktor, Meta-Governance, Tata Kelola Publik.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI