DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KOMUNIKASI INTRAPERSONAL DALAM MEMBANGUN RESILIENSI QUARTER LIFE CRISIS (STUDI FENOMENOLOGI MAHASISWA ANAK TUNGGAL UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT)
PENGARANG:NASYWA SHAFANA PRAMESTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-20


ABSTRAK

Nasywa Shafana Pramesti. 2210414120016. Komunikasi Intrapersonal dalam Membangun Resiliensi Quarter life crisis (Studi Fenomenologi Mahasiswa Anak Tunggal Universitas Lambung Mangkurat). Dibimbing oleh Putri Ayu Hidayatur Rafiqoh. Quarter life crisis termasuk fase krisis perkembangan di masa transisi ke arah dewasa yang ditandai melalui kecemasan, kebingungan, dan ketidakpastian terkait masa depan. Kondisi ini mampu dirasakan lebih kompleks oleh mahasiswa anak tunggal dikarenakan adanya tanggung jawab dan ekspektasi yang tinggi yang menjadi tuntutan keluarga ataupun diri sendiri. Penelitian ini bermanfaat guna memperoleh pemahaman terkait proses komunikasi intrapersonal mahasiswa anak tunggal dalam membangun resiliensi saat menangani Quarter life crisis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode fenomenologi. Informan dipilih mempergunakan purposive sampling, sementara data diperoleh dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data berlangsung dengan memanfaatkan Application Data Analysis Procedure (ADAP) beserta open coding berbantuan perangkat lunak Atlas.ti. Hasil penelitian memperlihatkan Quarter life crisis terpengaruhi atas tuntutan akademik, kecemasan terhadap karier dan masa depan, tekanan ekonomi, perbandingan sosial, serta ekspektasi sebagai anak tunggal. Dalam menghadapi kondisi tersebut, informan melakukan komunikasi intrapersonal melalui refleksi diri, evaluasi diri, pengelolaan emosi, pemaknaan pengalaman, dan penyusunan strategi penyelesaian masalah. Proses tersebut berkontribusi dalam membangun resiliensi yang ditunjukkan melalui kemampuan mengendalikan emosi, beradaptasi terhadap perubahan, mempertahankan optimisme, dan bangkit dari berbagai tekanan. Dengan demikian, komunikasi intrapersonal memegang peranan penting untuk membantu mahasiswa anak tunggal membangun resiliensi ketika menghadapi Quarter life crisis.

Kata Kunci: komunikasi intrapersonal, resiliensi, Quarter life crisis, mahasiswa anak tunggal, fenomenologi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI