DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOMUNIKASI DAN PEMECAHAN MASALAH MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL SAWAT PADA SISWA KELAS VC SDN ANTASAN BESAR 7 BANJARMASIN
PENGARANG:RAHMI MAULIDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-20


ABSTRAK

Maulida, Rahmi (2026). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Komunikasi, dan Pemecahan Masalah Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Menggunakan Model SAWAT pada Siswa Kelas VC SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Wahdah Refia Rafianti, S.Sn., M.Pd.

 

Kata Kunci: Berpikir Kritis, Komunikasi, Pemecahan Masalah, SAWAT.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah sikap pasif siswa, kesulitan menyampaikan pendapat (komunikasi), dan tingginya ketergantungan pada arahan guru, yang berimplikasi pada rendahnya keterampilan berpikir kritis, komunikasi, pemecahan masalah, serta hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Kondisi tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat monoton, kurang dinamis, dan belum mengoptimalkan keterlibatan kognitif serta sosial siswa secara aktif. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah model pembelajaran kombinasi SAWAT yang terintegrasi dengan media kuis Wordwall. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, keterampilan pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa.

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VC SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2025/2026. Data penelitian berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan pemecahan masalah, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui tes hasil belajar siswa. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta grafik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan pertama dan kedua memiliki skor 35 dan pertemuan tiga dan empat mendapatkan skor 36 “Sangat Baik”. Aktivitas siswa secara klasikal pada pertemuan pertama mendapatkan presentase dari 39% hingga 100% “Sangat Aktif”. Keterampilan berpikir kritis siswa secara klasikal pada pertemuan pertama 5% hingga 73% “Trampil”. Keterampilan komunikasi secara klasikal pada pertemuan pertama 10% hingga 100% “Sangat Trampil”. Pemecahan masalah secara klasikal pada pertemuan pertama 0% hingga 100% “Sangat Trampil”. Peningkatan aktivitas dan keterampilan ini berdampak positif pada ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal yang memenuhi indikator keberhasilan 89%.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model SAWAT berbantuan media Wordwall efektif untuk mengoptimalkan keterlibatan kognitif dan sosial siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI