DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERAN WALI KELAS DALAM MENDUKUNG PENDIDIKAN INKLUSIF DI SMKN 1 BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | NURUL LATIPAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-20 |
Nurul Latipah, 2025. Peran Wali Kelas Dalam Mendukung Pendidikan Inklusif Di SMKN 1 Banjarbaru. Pembimbing I : Prof.Dr.H.Amka, M.Si Pembimbing II : Dewi Juwita Susanti, S.Pd., M.Pd
Kata Kunci: Anak Berkebutuhan Khusus, Pendidikan Inklusif, Peran Wali Kelas.
Pendidikan inklusif merupakan sistem pendidikan yang memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusif dipengaruhi oleh berbagai pihak di sekolah, salah satunya wali kelas yang memiliki peran penting dalam pengelolaan kelas, pendampingan akademik, serta pemberian dukungan sosial dan emosional kepada peserta didik. Namun, pelaksanaan peran tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan pemahaman wali kelas mengenai karakteristik ABK dan minimnya dukungan sarana pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran wali kelas dalam mendukung pendidikan inklusif di SMKN 1 Banjarbaru, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta mengetahui strategi yang dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas wali kelas, Guru Pendamping Khusus (GPK), dan anak berkebutuhan khusus (ABK) di SMKN 1 Banjarbaru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran wali kelas dalam mendukung pendidikan inklusif di SMKN 1 Banjarbaru secara keseluruhan belum terlaksana secara optimal. Peran yang telah berjalan dengan baik adalah sebagai motivator, yang ditunjukkan melalui pemberian arahan, dukungan emosional, perhatian, serta motivasi kepada peserta didik berkebutuhan khusus agar tetap bersemangat mengikuti proses pembelajaran. Sementara itu, peran sebagai perancang pembelajaran, fasilitator, mediator, pengelola kelas, dan evaluator belum terlaksana secara optimal karena wali kelas masih bergantung pada Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam perencanaan dan penyesuaian pembelajaran bagi ABK. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa tantangan, yaitu keterbatasan pemahaman wali kelas mengenai karakteristik dan kebutuhan ABK, minimnya sarana dan prasarana pendukung pembelajaran inklusif, serta keterbatasan dalam memberikan rekomendasi pembelajaran kepada orang tua. Untuk mengatasi kendala tersebut, wali kelas melakukan berbagai strategi, antara lain belajar secara mandiri melalui media sosial, jurnal, dan diskusi dengan GPK, memanfaatkan fasilitas sekolah yang tersedia, serta meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dengan guru, GPK, orang tua, dan warga sekolah guna mendukung pelaksanaan pendidikan inklusif.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI