DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | OPTIMALISASI PELAYANAN PERIZINAN BERUSAHA ONLINE MELALUI ONLINE SINGLE SUBMISSION RISK BASED APPROACH DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | ANIDA YUSFAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-21 |
Anida Yusfah, 2026, NIM. 2210413320005. Optimalisasi Pelayanan Perizinan Berusaha Online Melalui Online Single Submission Risk Based Approach di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarmasin, di bawah bimbingan Samahuddin Muharram.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pelayanan perizinan berusaha secara online melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach(OSS-RBA) serta mengidentifikasi kendala dalam penyelenggaraannya di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan teori optimalisasi pelayanan publik dalam perspektif New Public Management oleh Hood (1991) yang menekankan efisiensi, efektivitas, kualitas, akuntabilitas, dan orientasi pada kinerja.
Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas aparatur DPMPTSP dan pelaku usaha pengguna layanan OSS-RBA. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa yang pertama, optimalisasi pelayanan perizinan berusaha online melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarmasin sudah optimal. Hal ini ditunjukkan melalui penerapan pelayanan tanpa biaya, perizinan berdasarkan tingkat risiko, penyederhanaan proses dan administrasi, transparansi prosedur dan biaya, serta pengukuran dan pelaporan kinerja pelayanan. Kemudian yang Kedua, kendala dalam penyelenggaraan pelayanan OSS-RBA meliputi gangguan server pusat, ketidaksinkronan data, keterbatasan literasi digital pelaku usaha, kesulitan memahami informasi dan persyaratan teknis, serta keterbatasan kewenangan DPMPTSP dalam menyelesaikan permasalahan yang berasal dari sistem pusat. Kendala tersebut menyebabkan sebagian pelaku usaha masih memerlukan pendampingan petugas dan proses pelayanan belum selalu dapat diselesaikan sesuai waktu yang diharapkan.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar DPMPTSP Kota Banjarmasin memperkuat pendampingan teknis bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, melalui program berbasis komunitas untuk meningkatkan literasi digital. Selain itu, diperlukan percepatan sinkronisasi data antarinstansi di tingkat pusat guna meminimalkan kendala administrasi serta penyediaan mekanisme pelayanan cadangan sebagai alternatif ketika terjadi gangguan pada sistem OSS-RBA. Upaya tersebut diharapkan dapat mewujudkan pelayanan perizinan berusaha yang lebih optimal, efektif, dan inklusif.
Kata Kunci : Optimalisasi, Perizinan Berusaha, OSS-RBA, Kualitas Pelayanan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI