DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS KADAR TIMBAL (Pb) DALAM TANAH PADA AREA BEKAS TAMBANG YANG DIREKLAMASI DENGAN SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.)
PENGARANG:KHAIRUL NURYANTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-24


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar timbal (Pb) dalam tanah bekas tambang yang telah direklamasi dengan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), serta menganalisis pengaruh perbedaan umur tanaman sawit tersebut terhadap tingkat kadar timbal (Pb) dalam tanah pada lahan bekas tambang. Penelitian ini dilaksanakan di lahan reklamasi bekas tambang batubara PT. Amanah Batu Alam Persada, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, sedangkan analisis sampel tanah dilakukan di laboratorium pengujian PT. KehatiLab Indonesia, Tangerang Selatan. Pengambilan sampel dilakukan pada empat taraf perlakuan berdasarkan variasi umur tanaman kelapa sawit, yaitu tanah tanpa tanaman sawit (sebagai kontrol), kelapa sawit berumur 1 tahun, 2 tahun, dan 2,5 tahun, dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Parameter utama yang diuji adalah kadar Timbal (Pb) dalam tanah menggunakan instrumen ICP-OES, serta pengukuran parameter pendukung berupa derajat keasaman (pH H?O) dan Daya Hantar Listrik (DHL). Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) satu arah yang dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa keberadaan tanaman kelapa sawit di lahan reklamasi berasosiasi dengan perubahan sifat kimia tanah di zona rizosfer. Perubahan tersebut ditandai dengan penurunan pH dari 6,456 menjadi 4,462 serta penurunan daya hantar listrik (DHL) dari 0,306 mS cm-1 menjadi 0,044 mS cm-1 . Kondisi tersebut mengindikasikan terjadinya perubahan kimia tanah yang dapat meningkatkan kelarutan dan ketersediaan hayati (bioavailability) logam Pb, sehingga berpotensi mendukung proses penyerapan oleh sistem perakaran tanaman. Selain itu, variasi umur tanaman kelapa sawit memberikan pengaruh yang sangat nyata secara statistik terhadap kadar Pb dalam tanah. Sebagai kesimpulan, hasil penelitian mengindikasikan adanya jeda waktu (time-lag) dalam efektivitas proses fitoremediasi oleh kelapa sawit pada lahan bekas tambang. Penurunan kadar Pb yang nyata baru teramati pada tanaman kelapa sawit berumur 2,5 tahun, dimana konsentrasi Pb menurun menjadi 2,870 mg kg-1 dengan efisiensi reduksi sebesar 51,50% dibandingkan dengan kontrol sebesar 5,918 mg kg-1. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan umur tanaman yang diikuti perkembangan biomassa dan sistem perakaran diduga berperan dalam meningkatkan kemampuan tanaman untuk menurunkan kadar Pb pada lahan reklamasi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI