DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Peran Pemerintahan Kota Banjarmasin Dalam Melestarikan Seni Budaya Tari Baksa Kembang
PENGARANG:DEVIENA SEPTIARA ASYSYIFA FIRDAUSSY
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-26


ABSTRAK

Deviena Septiara Asy’syifa Firdaussy, 2210413320004, 2026. Peran Pemerintah

Kota Banjarmasin Dalam Melestarikan Seni Budaya Tari Baksa Kembang,

dibimbing oleh Farid Nofiard.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran Pemerintah Kota

Banjarmasin dalam melestarikan Tari Baksa Kembang sebagai salah satu warisan

budaya dan identitas masyarakat Banjar. Pelestarian Tari Baksa Kembang menjadi

penting karena menghadapi tantangan berupa perkembangan budaya modern,

menurunnya minat generasi muda terhadap kesenian tradisional, serta perlunya

regenerasi pelaku seni. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam

pelestarian budaya sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5

Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Peraturan Daerah Kota

Banjarmasin Nomor 19 Tahun 2014 tentang Pelestarian Seni dan Budaya Daerah.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi

terhadap pihak Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota

Banjarmasin, pemilik sanggar seni, seniman, dan pihak terkait lainnya. Analisis

data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin telah

menjalankan perannya dalam pelestarian Tari Baksa Kembang sebagai regulator,

fasilitator, dan katalisator. Sebagai regulator, pemerintah melaksanakan pelestarian

budaya berdasarkan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 19 Tahun 2014

serta kebijakan pemajuan kebudayaan lainnya. Sebagai fasilitator, pemerintah

memberikan dukungan melalui festival budaya, pembinaan sanggar seni, dan

penyediaan ruang pertunjukan. Sebagai katalisator, pemerintah mendorong

partisipasi masyarakat, sanggar seni, dan lembaga pendidikan dalam pelestarian

budaya. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa rendahnya minat

sebagian generasi muda dan pengaruh budaya modern. Oleh karena itu, diperlukan

peningkatan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan

komunitas seni agar pelestarian Tari Baksa Kembang dapat berjalan secara

berkelanjutan.

Disarankan agar Pemerintah Kota Banjarmasin terus meningkatkan

pembinaan sanggar seni, memperkuat kerja sama dengan lembaga pendidikan, serta

memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan pelestarian Tari Baksa

Kembang.

Kata Kunci: Peran Pemerintah, Pelestarian Budaya, Tari Baksa Kembang,

Regulator, Fasilitator, Katalisator.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI