DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Persepsi Publik Terkait Konflik HYBE, Min Hee Jin, dan NewJeans Melalui Perspektif Situational Crisis Communication Theory (SCCT)
PENGARANG:MUTIA HANIFA KHALDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-27


Mutia Hanifa Khalda, 2210414320034, 2026. Persepsi Publik terkait Konflik HYBE, Min Hee Jin, dan NewJeans Melalui Perspektif Situational Crisis Communication Theory (SCCT). Dibimbing oleh Astinana Yuliarti.

Konflik antara HYBE, Min Hee Jin, dan NewJeans menjadi krisis reputasi besar di industri hiburan karena persoalan internal perusahaan berkembang menjadi konsumsi publik melalui media sosial dan saluran komunikasi digital. Berangkat dari fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi publik terkait konflik yang terjadi melalui perspektif Situational Crisis Communication Theory (SCCT).

Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif dan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang mengikuti perkembangan konflik, observasi media sosial, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, sedangkan temuan penelitian dianalisis menggunakan perspektif SCCT melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa publik mempersepsikan konflik HYBE, Min Hee Jin, dan NewJeans sebagai krisis yang berkembang dari persoalan internal perusahaan menjadi isu publik di ruang digital. Berdasarkan perspektif SCCT, HYBE dan Min Hee Jin ditempatkan dalam Preventable Cluster karena dipersepsikan memiliki tingkat tanggung jawab yang tinggi terhadap perkembangan konflik. Sementara itu, NewJeans memiliki posisi yang dinamis, yaitu Victim, Accidental, hingga Preventable Cluster, bergantung pada persepsi publik terhadap keterlibatan mereka dalam konflik. Dari sisi respons komunikasi krisis, HYBE menggunakan strategi Justification, Min Hee Jin menggunakan Victimage disertai Attack the Accuser, sedangkan NewJeans menggunakan Victimage. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa respons komunikasi krisis yang ditampilkan para aktor belum sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi publik berdasarkan tingkat tanggung jawab yang dipersepsikan dalam perspektif SCCT.

Kata kunci: atribusi publik, komunikasi krisis, konflik, persepsi publik, SCCT

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI