DIGITAL LIBRARY



JUDUL: Strategi Optimalisasi Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan
PENGARANG:MULYADI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-28


Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan salah satu upaya penguatan ketahanan pangan rumah tangga melalui optimalisasi lahan pekarangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat dan pola pemanfaatan pekarangan, menganalisis kendala pelaksanaan Program P2L, serta merumuskan strategi optimalisasinya di delapan kelompok binaan Kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan analisis SWOT, yang mencakup pembobotan Matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS), penyusunan Matriks SWOT (strategi S-O, W-O, S-T, dan W-T), pemetaan diagram kartesius, klasifikasi tipologi kelompok, serta Matriks Quantitative Strategic Planning (QSPM) untuk menentukan prioritas strategi tiap tipologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, analisis dokumen, dan focus group discussion terhadap 49 partisipan, terdiri atas 40 pengurus dan anggota dari delapan kelompok P2L yang diklasifikasikan ke dalam empat tipologi berdasarkan kerawanan banjir dan aksesibilitas pasar (Tipologi A, B, C, dan D), serta sembilan informan kunci meliputi delapan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan satu pejabat Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan median luas pekarangan responden sebesar 22,0 m² dengan tingkat pemanfaatan median 77,5%. Seluruh responden (100%) membudidayakan sayuran, dan 82,5% responden memiliki keberagaman komoditas kategori sedang hingga tinggi. Sistem budidaya polybag/pot menjadi sistem yang paling banyak diterapkan, baik secara tunggal (55%) maupun dikombinasikan dengan sistem lain (45%). Median nilai ekonomi hasil pekarangan mencapai Rp100.000 per bulan, didominasi oleh penghematan belanja pangan dibandingkan pendapatan penjualan, dan sebanyak 87,5% responden menyatakan sangat berniat melanjutkan kegiatan pascaprogram. Kendala utama pelaksanaan program meliputi serangan hama dan penyakit (92,5%), ketidakmerataan partisipasi anggota (72,5%), serta keterbatasan pengetahuan teknis budidaya (47,5%), sementara aksesibilitas pasar (85% mudah) dan kualitas bimbingan teknis PPL (90% baik) tercatat sebagai faktor pendukung dengan capaian terbaik. Analisis SWOT menghasilkan skor IFAS sebesar 2,919 dan EFAS sebesar 2,740, sehingga Program P2L berada pada Kuadran I dengan arah strategi agresif atau Strengths-Opportunities. Matriks QSPM menunjukkan strategi peningkatan kapasitas teknis budidaya (WO1) sebagai prioritas tertinggi pada dua dari empat tipologi (Tipologi B dan C), sementara mitigasi banjir menjadi prioritas utama pada Tipologi A. Optimalisasi program perlu dilakukan secara terdiferensiasi menurut tipologi kelompok, terutama melalui mitigasi banjir, pengendalian hama terpadu, penguatan kelembagaan, penerapan teknologi budidaya pada lahan sempit, serta pengembangan pemasaran kolektif.

Kata kunci : Ketahanan pangan, optimalisasi pekarangan, Pekarangan Pangan Lestari, analisis SWOT, QSPM

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI