DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Perubahan Sosial Masyarakat Bantaran Sungai di Pulau Bromo Sebagai Sumber Belajar IPS | |
| PENGARANG | : | SITI MAWADDAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-28 |
Siti Mawaddah. 2026. Perubahan Sosial Masyarakat Bantaran Sungai di Pulau Bromo sebagai Sumber Belajar IPS. Skripsi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Pembimbing I: Prof. Dr. Drs. Ersis Warmansyah Abbas, BA, M.Pd. dan pembimbing II: Sovia Husni Rahmia, M.Pd.
Keberadaan Rumah Lanting di Pulau Bromo semakin berkurang seiring bergesernya aktivitas masyarakat yang sebelumnya berpusat di sungai menuju daratan. Kondisi tersebut mencerminkan perubahan dalam kehidupan masyarakat bantaran sungai yang belum dikaji secara spesifik dan dijadikan sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan perubahan sosial masyarakat bantaran sungai di Pulau Bromo dan 2) mendeskripsikan pengintegrasian perubahan sosial masyarakat bantaran sungai di Pulau Bromo sebagai sumber belajar IPS.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian dilaksanakan di Ujung Benteng Pulau Bromo RT 07, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, dan SMP Negeri 20 Banjarmasin. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat bantaran sungai serta guru IPS. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan temuan yang diperoleh selama penelitian berlangsung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perubahan sosial masyarakat bantaran sungai di Pulau Bromo terjadi pada pola hunian, mata pencaharian, dan aktivitas sosial. Perubahan pola hunian ditandai dengan peralihan tempat tinggal dari Rumah Lanting ke rumah panggung akibat faktor ekonomi, yang diperkuat oleh pergantian sarana transportasi dari feri menuju jembatan sehingga mengubah orientasi rumah masyarakat dari menghadap sungai menjadi membelakangi sungai. Pada mata pencaharian, masyarakat tetap mempertahankan aktivitas berdagang sebagai pekerjaan utama namun menambah sumber pendapatan lain. Pada aktivitas sosial, pusatnya bergeser dari sungai menuju kegiatan yasinan, pengajian, dan kesenian habsyi yang kini berperan lebih besar dalam menjaga hubungan sosial masyarakat. 2) perubahan sosial tersebut diintegrasikan sebagai sumber belajar IPS. Pada kelas VII, perubahan sosial diimplementasikan melalui modul ajar bertema "Berkenalan dengan Lingkungan Sekitar". Pada kelas VIII, perubahan sosial dikaitkan dengan materi kondisi geografis, lembaga sosial, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pada kelas IX, perubahan sosial dikaitkan dengan materi perubahan sosial, modernisasi, globalisasi, dan kearifan lokal.
Berdasarkan temuan penelitian, perubahan kehidupan masyarakat bantaran sungai di Pulau Bromo berpotensi menjadi sumber belajar IPS yang kontekstual sehingga dapat membantu murid memahami materi melalui fenomena yang terdapat di lingkungan sekitar.
Kata kunci: Perubahan Sosial, Masyarakat Bantaran Sungai, Pulau Bromo, Sumber Belajar IPS.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI