DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH GAYA MENGAJAR INKLUSIF TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI DITINJAU DARI KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT PESERTA DIDIK SMK | |
| PENGARANG | : | DETRI HARDISA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-28 |
Detri Hardisa, 2026. Pengaruh Gaya Mengajar Inklusif terhadap Hasil Belajar PJOK Ditinjau dari Tipe Kepribadian Introvert dan Ekstrovert Peserta Didik SMK. Pembimbing: (I) Dr. Mashud, S.Pd., M.Pd; (II) Dr. H. Syamsul Arifin, M. Pd.
Kata Kunci: Gaya Mengajar Inklusif, Hasil Belajar PJOK, Bola Voli, Tipe Kepribadian, Introvert-Ekstrovert
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) berperan penting dalam mengembangkan peserta didik secara menyeluruh, mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Keberhasilan pembelajaran PJOK sangat dipengaruhi oleh ketepatan guru dalam memilih gaya mengajar yang mampu mengakomodasi keberagaman kemampuan peserta didik, di samping faktor karakteristik individu seperti tipe kepribadian. Gaya mengajar inklusif memberi ruang bagi setiap peserta didik untuk memilih tingkat kesulitan yang sesuai sehingga tetap dapat berpartisipasi dan mengalami keberhasilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan gaya mengajar inklusif terhadap hasil belajar PJOK pada materi permainan bola voli, serta meninjau perolehan hasil belajar tersebut dari tipe kepribadian introvert dan ekstrovert peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Designs dengan desain One Group Pretest-Posttest. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah gaya mengajar inklusif, variabel terikat (Y) adalah hasil belajar PJOK, sedangkan tipe kepribadian (introvert dan ekstrovert) berkedudukan sebagai variabel peninjau. Sampel penelitian terdiri dari 17 peserta didik kelas X SMKN 1 Banama Tingang yang ditentukan dengan teknik total sampling. Pengukuran dilakukan dalam dua tahap, yaitu pretest dan posttest. Instrumen penelitian terdiri atas tes tertulis untuk mengukur ranah kognitif (rentang nilai 0–100; KKM 70), lembar observasi untuk menilai ranah afektif berupa sikap kerja sama (lima indikator), dan lembar observasi untuk menilai ranah psikomotor berupa keterampilan teknik dasar bola voli. Tipe kepribadian peserta didik diukur menggunakan angket Eysenck Personality Inventory (EPI) sebanyak 24 butir, yang selanjutnya dikelompokkan menjadi introvert dan ekstrovert dengan teknik median split. Analisis data dalam penelitian ini diawali dengan uji normalitas menggunakan metode Shapiro-Wilk untuk memeriksa distribusi data. Karena sebagian data tidak berdistribusi normal dan ukuran sampel relatif kecil, uji hipotesis dilakukan dengan Wilcoxon Signed-Rank Test untuk membandingkan hasil pretest dan posttest pada kelompok yang sama. Besar pengaruh dihitung dengan effect size (r) dan besar peningkatan dengan N-Gain. Perbandingan peningkatan hasil belajar antara peserta didik introvert dan ekstrovert dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian berdasarkan uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan bahwa ketiga ranah hasil belajar mengalami peningkatan yang signifikan antara pretest dan posttest (p < 0,05) dengan ukuran pengaruh besar. Rata-rata nilai ranah kognitif meningkat dari 79,35 menjadi 85,00 (Z = −3,621; r = 0,88); ranah afektif meningkat dari 16,71 menjadi 17,59 (Z = −3,873; r = 0,94); dan ranah psikomotor meningkat dari 8,18 menjadi 11,47 (Z = −3,671; r = 0,89), dengan peningkatan (N-Gain) ketiganya berkategori sedang. Ditinjau dari tipe kepribadian, peningkatan ranah kognitif (p = 0,563) dan afektif (p = 0,076) tidak berbeda secara signifikan antara introvert dan ekstrovert, sedangkan pada ranah psikomotor terdapat perbedaan yang signifikan (p = 0,003) dengan peningkatan kelompok ekstrovert (N-Gain = 0,54) lebih tinggi daripada introvert (N-Gain = 0,32). Kesimpulan penelitian ini membuktikan bahwa penerapan gaya mengajar inklusif berdampak signifikan dalam meningkatkan hasil belajar PJOK peserta didik pada ketiga ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Manfaat pembelajaran tersebut bersifat setara antara peserta didik introvert dan ekstrovert pada ranah pengetahuan dan sikap, sedangkan pada ranah keterampilan gerak peserta didik ekstrovert memperoleh peningkatan yang lebih besar. Dengan demikian, gaya mengajar inklusif efektif dan akomodatif terhadap perbedaan kepribadian peserta didik.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI