DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Strategi Kebijakan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dalam Meningkatkan Kepesertaan Jaminan Sosial Barisan Pemadam Kebakaran Kabupaten Banjar | |
| PENGARANG | : | GUSTI MUHAMMAD RAMADHON | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-30 |
ABSTRAK
Gusti Muhammad Ramadhon, 2210413210030, Strategi Kebijakan Dinas Pemadam Kebakaran Penyelamatan dalam Meningkatkan Kepesertaan Jaminan Sosial Barisan Pemadam Kebakaran Kabupaten Banjar. Dibimbing oleh Husein Abdurrahman.
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar dalam meningkatkan kepesertaan jaminan sosial bagi Barisan Pemadam Kebakaran (BPK). Penelitian dilatar belakangi oleh tingginya risiko kerja relawan BPK serta belum meratanya perlindungan jaminan sosial bagi seluruh anggota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dainalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis penelitian menggunakan perpektif Policy Instruments B. Guy Peters melalui empat instrumen, yaitu, regulasi, subsidi, informasi, dan pelayanan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan telah dilaksanakan melalui keempat instumen tersebut. Instrumen regulasi dilaksanakan melalui pemanfaatan dasar kebijakan daerah sebagai landasan perlindungan jaminan sosial bagi BPK. Instrumen subsidi diwujudkan melalui dukungan pembiayaan pemerintah daerah, dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan berperan dalam pendataan dan pengusulan anggota. Instrumen informasi dilakukan melalui penyampaian langsung, tetapi belum menjangkau seluruh anggota secara merata. Instrumen pelayanan dilakukan melalui pengarahan, pendataan, penerusan adminsitrasi, serta pendampingan ketika anggota membutuhkan bantuan.
Secara keseluruhan, strategi telah berjalan, tetapi belum optimal karena penerapan regulasi belum sepenuhnya dipahami, dukungan pembiayaan belum menjangkau seluruh sasaran, penyampaian informasi belum merata, dan pelayanan masih terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan koordinasi, komunikasi, pendataan, dan pendampingan secara berkelanjutan agar peningkatan kepesertaan jaminan sosial bagi BPK dapat lebih merata. Strategi ke depan perlu diarahakan pada mekanisme yang lebih terintegrasi, pembagian peran yang jelas antaraktor, serta pemantauan berkala terhadap perkembangan kepesertaan dan hambatan di tingkat BPK setempat.
Kata Kunci: Strategi Kebijakan, Jaminan Sosial, Barisan Pemadam Kebakaran, Instrumen Kebijakan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar
ABSTRACT
Gusti Muhammad Ramadhon, 2210413210030, Policy Strategy of the Fire and Rescue Agency to Increase Social SEcurity Participation Among the Banjar Regency Firefighting Corps.Supervised by Husein Abdurrahman.
This study aims to analyze the strategies employed by the Banjar Regency Fire and Rescue Agency to increase social security coverage among Firefighting Corps (BPK) units. The study is motivated by the high occupational risks faced by BPK volunteers and the lack of equitable social security protection for all members. A qualitative descriptive approach was adopted. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and subsequently analyzed using the Miles and Huberman model, involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The analysis utilizes B. Guy Peters' "Policy Instruments" perspective, focusing on four instruments: regulation, subsidies, information, and services.
Research findings indicate that the Fire and Rescue Agency has implemented its strategy using these four instruments. The regulatory instrument was applied by utilizing local policy frameworks as the basis for social security protection for Volunteer Firefighters (BPK). The subsidy instrument was realized through local government financial support, with the Fire and Rescue Agency facilitating member registration and nominations. The information instrument was implemented through direct communication, though it has not yet reached all members equitably. Finally, the service instrument was carried out through briefings, data collection, administrative processing, and the provision of assistance whenever members required support.
Overall, the strategy has been implemented but has not yet reached its full potential; this is due to a lack of full understanding regarding regulatory application, financing support that has not reached all target groups, uneven information dissemination, and limited service provision. These conditions highlight the need for strengthened coordination, communication, data collection, and continuous support to ensure more equitable growth in social security participation among BPKs. Future strategies should focus on more integrated mechanisms, clearly defined roles for the various stakeholders, and regular monitoring of participation trends and obstacles at the local BPK level.
Keywords: Policy Strategy, Social Security, Firefighting Force, Policy Instruments, Banjar Regency Fire and Rescue Agency
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI