DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MODEL PEMBELAJARAN MAHIR (MODELLING ACTION HABIT FINANCIAL LITERACY BASED ON CANGKAL CULTURE) BERBASIS NILAI “CANGKAL” MASYARAKAT BANJAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI FINANSIAL GENERASI ALPHA | |
| PENGARANG | : | RAIHANAH SARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-31 |
Rendahnya literasi finansial murid menjadi tantangan pendidikan abad ke-21 karena menunjukkan kesenjangan antara pemahaman konsep keuangan dan kemampuan mengelolanya dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah perkembangan layanan keuangan digital yang menuntut pengambilan keputusan finansial secara bijaksana. Di sisi lain, nilai budaya cangkal masyarakat Banjar yang mencerminkan ketekunan, kerja keras, tanggung jawab, orientasi masa depan, dan keberlanjutan ekonomi berpotensi menjadi landasan pembelajaran literasi finansial yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kondisi literasi finansial murid SMP; (2) menganalisis nilai cangkal masyarakat Banjar sebagai basis pengembangan pembelajaran; (3) menganalisis model pembelajaran IPS berbasis nilai budaya masyarakat Banjar untuk meningkatkan literasi finansial murid sebagai Generasi Alpha; dan (4) menganalisis efektivitas model pembelajaran IPS berbasis nilai budaya masyarakat Banjar dalam meningkatkan keterampilan literasi finansial murid sebagai Generasi Alpha.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi sepuluh langkah Borg dan Gall. Subjek penelitian melibatkan 491 murid SMP di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dokumentasi, dan focus group discussion (FGD), kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif melalui analisis deskriptif, uji validitas, reliabilitas, dan efektivitas model menggunakan skor N-gain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) literasi finansial murid belum optimal, terutama dalam pengambilan keputusan finansial, perencanaan keuangan, dan pengelolaan uang saku; (2) nilai cangkal masyarakat Banjar mengandung keyakinan, tanggung jawab, dan preferensi dalam pengelolaan keuangan; (3) model MAHIR menghasilkan sintaks pembelajaran yang mengintegrasikan prinsip Project Based Learning dengan nilai budaya cangkal melalui pengalaman belajar kontekstual dan reflektif; dan (4) model MAHIR efektif meningkatkan keterampilan literasi finansial murid, dengan N-gain kelas eksperimen sebesar 72% (kategori tinggi), lebih tinggi daripada kelas kontrol sebesar 22% (kategori rendah). Peningkatan mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan finansial, khususnya kemampuan memperoleh, menyimpan, membelanjakan, dan mendonasikan sumber daya secara bertanggung jawab. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi nilai budaya lokal dalam pembelajaran IPS mampu membentuk literasi finansial berbasis perilaku yang relevan dengan karakteristik Generasi Alpha serta memperkuat pendidikan sebagai wahana pewarisan budaya dan pengembangan kecakapan hidup.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI