DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | REFLEKSI SEJARAH DALAM KUMPULAN CERPEN SEPOTONG KISAH DI BALIK 98 | |
| PENGARANG | : | HENNY FUTRY ANANTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-31 |
Ananti, Henny Futry. (2026). Refleksi Sejarah dalam Kumpulan Cerpen Sepotong Kisah di Balik 98. Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Banjarmasin. Pembimbing: Dr. Muhammad Rafiek, M.Pd.
Kata Kunci: Sepotong Kisah di Balik 98, Konstruksi Sosial, Dekonstruksi
Refleksi sejarah dalam karya sastra merupakan upaya untuk melihat kembali peristiwa-peristiwa masa lalu melalui pendekatan naratif yang lebih personal dan kritis. Proses reflektif ini tidak hanya merekam fakta secara kronologis, melainkan juga menafsirkan makna dan dampak peristiwa tersebut terhadap kehidupan manusia serta konteks sosial budaya di sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peristiwa sejarah 1998 yang dikonstruksi serta didekonstruksi dalam kumpulan cerpen Sepotong Kisah di Balik 98. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi sastra yang memahami karya sastra sebagai cerminan kehidupan sosial masyarakat. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Sumber data pada penelitian ini menggunakan sumber data primer, yaitu lima seri buku kumpulan cerpen Sepotong Kisah di Balik 98 yang berjumlah total 20 cerpen. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca-catat. Teknik analisis data peneliti menggunakan teknik analisis tekstual dan interpretatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi sejarah 1998 dalam kumpulan cerpen ini ditemukan melalui momen dialektika eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi berupa: (a) situasi sosial kerusuhan Mei 1998, (b) tujuan dan tuntutan gerakan Reformasi, (c) kekerasan aparat, (d) harapan masyarakat terhadap reformasi, dan (e) korban tragedi Mei 1998. Sementara itu, dekonstruksi dalam pembongkaran narasi besar (meta-narasi) tunggal sejarah 1998 ditemukan berupa: (a) gerakan reformasi mahasiswa, (b) kekerasan aparat, (c) trauma korban Mei 1998, (d) diskriminasi etnis Tionghoa, (e) provokasi kerusuhan, (f) pembungkaman dan sensor, (g) dilema dan resistensi aparatur negara, (h) segregasi sosial pada kerusuhan Mei 1998, (i) krisis keadilan pasca-reformasi, (j) sentimen rasial, (k) represi politik Orde Baru, (l) manipulasi kekuasaan Orde Baru, dan (m) konflik peran aparatur negara. Saran kepada peneliti berikutnya diharapkan dapat menggali nilai-nilai refleksi sejarah menggunakan kombinasi sosiologi sastra dan teori New Historicism. Selain itu, pengajar sastra hendaknya memanfaatkan kumpulan cerpen ini sebagai bahan ajar interdisipliner, serta masyarakat pembaca diharapkan dapat menumbuhkan empati kolektif terhadap para korban tragedi 1998 guna merawat ingatan kolektif bangsa.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI