DIGITAL LIBRARY



JUDUL:HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PERILAKU ATTENTION SEEKING PADA SISWA SMA
PENGARANG:NOVIA ALLAIKA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-31


ABSTRAK

Allaika, N., Makaria, E. C., & Ainah, N. (2026). Hubungan Dukungan Sosial Dengan Perilaku Attention Seeking Pada Siswa SMA. Consilium: Education and Counseling Journal

 

Riset ini ditujukan guna mencari tahu relasi antara dukungan sosial dengan perilaku attention seeking pada siswa SMA. Riset memakai pendekatan kuantitatif berdesain korelasional. Populasi penelitian sebanyak 1.272 siswa, serta sampel sejumlah 304 siswa ditetapkan melalui teknik random sampling. Instrumen yang dipakai ialah skala dukungan sosial serta skala attention seeking yang sudah menempuh uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis mengandalkan statistik deskriptif dan juga uji korelasi Spearman karena data tidak memenuhi asumsi normalitas dan linearitas. Hasil dari analisis menyebutkan bahwasanya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan perilaku attention seeking pada siswa SMA (p > 0,05).

Hasil deskriptif memperlihatkan mayoritas siswa mempunyai taraf dukungan sosial yaitu di kategori sedang hingga tinggi, sedangkan perilaku attention seeking juga didominasi oleh kategori sedang. Tidak ditemukannya hubungan yang signifikan diduga dipengaruhi oleh rendahnya variasi skor responden, karakteristik sampel yang relatif homogen, serta kemungkinan adanya faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap munculnya perilaku attention seeking, seperti kebutuhan akan pengakuan, harga diri, penggunaan media sosial, dan karakteristik kepribadian. Temuan riset ini memberikan dampak untuk layanan bimbingan dan konseling di sekolah agar tidak cenderung berfokus pada peningkatan dukungan sosial saja, namun juga memperhatikan faktor psikologis dan lingkungan lain yang berpotensi memengaruhi perilaku attention seeking pada remaja.

Dalam konteks bimbingan dan konseling, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru BK dalam melakukan identifikasi dan pemetaan kebutuhan sosial-emosional siswa melalui asesmen, observasi, serta layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan karakteristik siswa.  Guru BK dapat memberikan layanan preventif dan pengembangan melalui bimbingan klasikal maupun bimbingan kelompok untuk membantu siswa mengembangkan pemahaman diri, harga diri, keterampilan sosial, kemampuan mengelola kebutuhan akan pengakuan, serta penggunaan media sosial secara sehat. Bagi siswa yang menunjukkan perilaku attention seeking secara lebih menonjol, guru BK dapat memberikan layanan konseling individual maupun kelompok serta melakukan kolaborasi dengan guru, orang tua, dan pihak terkait agar penanganan dilakukan secara komprehensif.

 

Kata Kunci: Dukungan Sosial, Attention Seeking, Siswa SMA, Bimbingan dan Konseling

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI